IMAMIKOM Fisip USU Sukses Selenggarakan Konfrensi Komunikasi Bertaraf Internasinal, Ini Kata Para Nara Sumber

Sentralberita|Medan~Jum’at (7/9/2018), Magister Ilmu Komunikasi dan Ikatan Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi (IMAMIKOM) sukses menyelenggarakan konferensi komunikasi bertaraf internasional untuk pertama kalinya yang mengangkat tema 1st International Conference of Communications Social Cultural Development and Digital Technology 1st COMM DT Media and Virtual Communication Perspective in “The Era Zaman Now” 4.0, diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis FISIP USU ke-38.

Adapun pembicara utama dalam acara ini menghadirkan Prof. Lusiana Andriani Lubis, MA, Ph.D – Universitas Sumatera Utara; Dr.Ir.Basuki Yusuf Iskandar, MA – KEMKOMINFO RI; Prof. Dato’ Dr. Adnan Hussein – Universitas Sains Malaysia; Dr. Suwandi Sumartias, M.Si – Universitas Padjajaran Bandung; Dr. Shuhaida Md Noor – Universitas Sains Malaysia; dan Drs. Syafruddin Pohan, M.Si, Ph.D – Universitas Sumatera Utara.

“ICOMM – DT 2018 adalah acara yang diselengarakan oleh Program Studi Komunikasi di Universitas Sumatera Utara yang menyediakan forum untuk presentasi dan konferensi terkait tentang Komunkasi Manusia, Massa dan Media Sosial Komunikasi Antarbudaya, Hukum, dan Etika Media dan Komunikasi Pemasaran Terpadu.

Karya ini bertujuan untuk menaikkan pangkat Universitas Sumatera Utara untuk mempertahankan dan juga untuk memperkenalkan Program Studi Komunikasi Universitas Sumatera Utara di tingkat internasional atau domestik” ungkap Ketua Prodi Magister Ilmu Komunikasi USU, Prof. Lusiana Andriani Lubis, MA, Ph.D.

Selain itu ia juga menambahkan keberadaan online memiliki dampak positif dan negatif. Hal itu tak bisa dihindari. “Seperti, game online yang membuat anak-anak ketagihan. Foto selfie, yang selalu berfoto tapi tak pernah dicetak yang membuat usaha cetak foto jadi sepi. Itulah contoh kecilnya,” ungkap Prof. Lusiana Lubis.

Acara yang berlangsung dua hari ini berhasil mengumpulkan 73 peserta berasal dari 6 negara yang berbeda, yang berasal dari Malaysia, Thailand, Taiwan, Iran dan Indonesia. Dari acara ini didapatkan hasil bahwa perkembangan teknologi telah merubah sendi-sendi kehidupan dalam masyarakat. Mulai dari lahirnya nilai-nilai baru, kepercayaan dan kebiasaan sebagai budaya baru.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kemkominfo, Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar MA mengatakan, bahwa zaman sudah berubah. Era teknologi informasi online menguasai perkembangan bisnis, tidak hanya di Indonesia, namun juga dunia. “Dunia sudah berubah, khususnya di masa 4.0 ini. Contohnya, Gojek. Walau hanya memiliki platform komunikasi online, namun bila investor disuruh memilih, mau berinvestasi di Gojek atau di Garuda yang telah memiliki ratusan pesawat, pasti investornya lebih memilih Gojek,” ungkapnya.

Untuk itu, Basuki Yusuf Iskandar mengajak para peserta untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Mengingat, perkembangan suatu bangsa tergantung kepada SDM masyarakatnya. “SDM itu tak lepas dari komunikasi dan orang komunikasi. Minimal harus tahu konten analisa tapi bukan yang konvensional. Intinya, kita harus berubah karena petanya sudah berubah,” ungkapnya.

Paprach Thapthep, salah seorang peserta asal Thailand mengatakan, “I’m glad that I joined this international conference, that’s my second time joining the international conferences. But I hope that the ICOMM DT can be continue and be better next time” (Saya senang saya dapat bergabung dalam konferensi internasional ini. Ini merupakan kali kedua saya mengikuti konferensi internasional. Saya berharap kedepannya ICOMM DT bisa berlanjut dan lebih baik lagi kedepannya).

Nadira Lorencia Utami, S.Ikom, salah seorang peserta asal Universitas Sumatera Utara mengatakan, semog ICOMM-DT 2018 dapat menjadi platform bagi para akademisi untuk mempublikasikan penelitian mereka. “Mendiskusikan solusi untuk memecahkan masalah dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang perkembangan media dan komunikasi. Tentu saja, untuk selalu menjaga jaringan di seluruh dunia,” pungkasnya.(SB/AR).

Comments

Tinggalkan Balasan