Edy Rahmayadi Bantah Tampar Suporter PSMS

Sentralberita|Medan~Edy Rahmayadi membantah menampar suporter PSMS hanya memegang pipi, dan itu katanya adalah suatu kebiasaannya.

“Saya datang ke sana maksudnya mengingatkan anak-anak kita, jangan. Sudah suatu kebiasaan saya memegang pipi, kalau enggak saya megang kepala. Kok larinya ditampar gitu? Tangan saya ini besar. Kalau nampar orang sayang sekali, ya Anda udah tahulah itu,” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (23/9) kemarin.

Edy menyatakan hanya mengingatkan dan melarang penonton agar tidak menyalakan flare yang sangat dilarang karena membahayakan kesehatan pemain. Sekali penyalaan flare akan didenda FIFA Rp 20 juta.

Bukan hanya di Sumut, dia mengaku kerap mendatangi suporter yang menyalakan flare di daerah lain. “Begini, sepak bola Indonesia itu di bawah FIFA. FIFA sudah memerintahkan tidak ada flare, flare itu api. Itulah dilarang dia sampai ke PSSI, jadi setiap saat saya menandatangani pelanggaran se-34 provinsi di Indonesia, terkhusus Sumut, nah saya melarang itu untuk klub-klub lain ada 18 klub di liga 1, salah satu yang tidak pernah bisa berhenti di Sumut, pas kebetulan di kampung saya dan saat ini gubernurnya saya pula. Tapi persoalanya bukan uang , malu Sumut tidak bisa tertib persoalannya seperti itu,” tandasnya

Gubernur Sumatera Utara yang juga Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi disebut-sebut menampar seorang suporter PSMS Medan menyaksikan pertandingan PSMS Medan melawan Persela Lamongan di Stadion Teladan, Jumat (21/9). Aksinya menampar itu pun terekam dan beredar di media sosial.

Dalam tayangan terlihat Edy yang mengenakan kemeja putih berada di tribun terbuka Stadion Teladan Medan. Dia diduga sedang marah kemudian terlihat mendatangi lalu menampar laki-laki mengenakan kaus pendukung PSMS Medan.

suporter yang dimarahi Edy karena menyalakan flare semacam petasan yang menghasilkan cahaya dan asap.(SB/01)

Comments

Tinggalkan Balasan