Bercita-Cita Jadi Seorang Jurnalis, Dina Maulina Bernaung di Dua Sumatera

Sentralberita|Medan~Inilah cerita singkat dari wanita kelahiran Medan, 26 Juli 1998 dan  mempunyai darah minang yang sekarang  merupakan salah satu staff perusahaan dari Lpm Dinamika UIN SumateraUtara.

Saat  sekarang ini ia sedang menimba ilmu di UIN Sumatera Utara dengan program studi Komunikasi Penyiaran Islam dan sedang duduk di semester II pastinya perjuangan wanita ini tidak mudah untuk masuk ke jurusan itu, persaingan yang begitu banyak dan ketat tidak melunturkan semangatnya untuk menjadi seorang Jurnalis karena sejak dari kelas 2 MAN dia bercita – cita menjadi seorang jurnalis karena menurut ia seorang Jurnalis bisa mengubah dunia hanya dengan tulisan.

Wanita  ini sedikit mempunyai cerita yang unik mengenai perjuangannya selama menimba ilmu di dua Sumatera, yaitu Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Dulu ketika dia tamat SDN 101750 (MEDAN) ia melanjutkan sekolahnya di kota Padang Pariaman tuntutan orang tua membuat ia sedikit sedih karena harus berpisah dengan keluarganya yang berada di Medan, namun ia tak bisa menolak tuntutan itu karena menurut orang tua nya pendidikan di Sumatera Barat lebih baik dari pada di Sumatera Utara serta orang tuanya tidak menginginkan ia terjebak kedalam pergaulan yang tidak baik jika ia melanjutkan sekolahnya di Sumatera Utara.

Ketika tiga tahun menjalankan kehidupan di MTS AL – MUKARRAM. Lalu ia tetap melanjutkan pendidikan nya di Sumatera Barat tepat nya di MAN 1 PADANG PARIAMAN karena ia tidak diizinkan untuk melanjutkan sekolah di Medan sebab orang tua nya sangat takut jika ia terjerumus ke pergaulan yang sangat bebas jika ia melanjutkan sekolahnya di MEDAN.

Tepat pada tahun 2016 ia resmi menjadi Alumni dari MAN 1 PADANG PARIAMAN dan mendapatkan nilai yang sangat baik, ketika ia sudah tamat MAN ia ingin melanjutkan kuliahnya di Bogor karena menurutnya menuntut ilmu sampai ke Jawa itu merupakan tantangan yang lebih menantang karena sudah 6 tahun menimba ilmu di Sumatera Barat dan akhirnya ia menginginkan kuliah di Bogor.

Akan tetapi harapan tak sesuai dengan rencana orang tua nya menentang habis – habisan untuk ia melanjutkan pendidikan di Jawa sebab menurut orang tua nya sudah waktunya ia menimba ilmu di tanah kelahiran nya karena sudah 6 tahun di rantau orang dan saatnya ia menimba ilmu di Sumatera Utara, awalnya ia sangat menentang tuntutan orang tua nya ini karena mulai dari ia SD sampai tamat MAN tuntutan orang tua nya selalu ia penuhi.

Akan tetapi, ia mencoba berfikir secara dingin walaupun ia tetap menentang keputusan dari orang tuanya ia juga tidak akan mendapatkan apa – apa dan ia juga percaya mungkin ini adalah skenario indah yang di berika Allah kepadanya. Dan setelah itu ia mencoba jalur tertulis untuk masuk ke PTN yaitu jalur UMPTKIN yang dimana ia meletakkan pilihan pertama di

UIN Sumatera Utara dengan jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, walaupun dengan hati yang sangat berat untuk menlanjutkan pendidikan di MEDAN akan tetapi semua fikiran dan amarah itu mesti di buang jauh – jauh karena ia tidak menginginkan orang tuanya kecewa.

Akhirnya ia lulus di Uin Sumatera Utara dan melaksanakan ospek selama 1 minggu, lalu sejenak terlintas di fikirannya ia ingin memperdalam ilmu tentang dunia Jurnalis dan pada saat itu ia mencari – cari organisasi yang menunjang ke jurusan serta cita – cita nya.

Dan akhirnya ia menemukan organisasi kampus yaitu suatu lembaga Pers Mahasiswa yang diberi nama DINAMIKA lalu ia mencoba mendaftarkan diri sebagai calon dari Lpm Dinamika dua minggu kemudia ia melakukan tes seleksi selama 3 hari yaitu hari pertama ujian tertulis, hari kedua wawancara, dan  hari ketiga tes reportase lapangan.

Pastinya rasa lelah melanda karena tak mudah untuk masuk di LPM Dinamika dan setelah lulus pun itu akan menjadi anak magang selama 3 bulan. Akan tetapi itu ia jalankan secara perlahan – lahan serta menikmati dari setiap proses dan akhirnya saat sekarang ini ia telah menjadi Kru Muda Lpm Dinamika dengan di tempatkan di divisi perusahaan.

Dan ia sangat bersyukur dar 204 orang yang mencalonkan diri sebagai anggota Lpm Dinamika akan tetapi saat sekarang ini yang tersisa hanya 18 orang karena sebagian mereka gagal untuk tes alam selama 3 bulan, serta saat sekarang ini ia lumayan mengetahui dunia jurnalistik dari Lpm Dinamika dan di semester II ini ia tidak pusing lagi untuk membuat straigh news ataupun feature pada mata kuliah jurnalistik karena sebagian ilmu tentang dunia Jurnalis telah ia dapatkan di Lpm Dinamika. (SB/Rasy).

Comments

Tinggalkan Balasan