Wartawan, Juri Nasional dan Mantan Atlet Humoris Itu Telah Tiada

sentralberita-medan`Dunia olahraga Sumatera Utara kembali kehilangan salah satu sosok terbaiknya. Itu terjadi setelah mantan atlet yang kini berprofesi sebagai wartawan dan wasit atlet loncat indah, Tengku Deddy Bustamam meninggal dunia, Minggu (1/7/2018).

Tengku Deddy Bustamam meninggal dalam usia 49 tahun di RS Herna. “Kita sangat terkejut dengan mendengar kabar meninggalnya almarhum. Pasalnya beberapa hari sebelumnya dia masih sehat,” ungkap Ketua SIWO PWI Sumut SR Hamonangan Panggabean di rumah duka, Jalan Garu IV Medan Amplas.

Hamonangan menjelaskan, almarhum semasa hidupnya sangat berdidikasi terhadap dunia olahraga dan jurnalistik. Dia merupakan atlet loncat indah Sumut pada tahun 80-an. Terakhir tampil membela Sumut pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 1996.

Setelah pensiun dari atlet, almarhum kemudian terjun ke dunia jurnalistik. Dia mulai tercatat sebagai wartawan olahraga Harian Analisa mulai tahun 1997. “Meski sudah pensiun, almarhum tetap menyumbangkan gagasannya untuk dunia olahraga Sumut melalui tulisannya,” tambah Hamonangan.

Almarhum semasa menjadi wartawan dikenal sebagai sosok humoris. Didikasinya di jurnalistik mengantarkannya pernah menjabat sebagai Ketua SIWO PWI Sumut periode 2006-2010.

Selain berprofesi sebagai wartawan, almarhum yang sangat mencintai olahraga, juga tercatat sebagai juri nasional loncat indah. Dia sudah beberapa kali menjadi juri di even nasional seperti PON. Terakhir, dia menjadi juri di PON 2016 Jawa Barat.

“Almarhum memang sangat mencintai olahraga, khususnya aquatik. Karena itu, setelah memutuskan pensiun sebagai atlet dia beralih menjadi juri,” ujar mantan atlet nasional polo air, Rudi Rinaldi di rumah duka.

Rudi mengakui, insan olahraga aquatik Sumut sangat kehilangan sosok Tengku Deddy Bustamam. Sebab almarhum tercatat sebagai pengurus Pengprov PRSI Sumut dan PB PRSI. “Almarhum sangat berjasa dengan perkembangan aquatik di Sumut,” katanya sedih.

Almarhum meninggalkan seorang istri yang bernama Siti Khadijah, dan empat orang anak yakni, Tengku Natasya Hanim, Tengku Nanda Ramadhani, Tengku M Maulana serta Tengku Danul Rozak. Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Jalan Garu IV Medan Amplas dan rencananya dikebumikan Senin (2/7/2018)  (sb/husni l)

Comments

Tinggalkan Balasan