DPRD Medan Nilai Pemko Kurang Serius Tangani Banjir di Medan Utara

Setralberita-Medan-Persoalan banjir yang melanda kawasan Medan Utara tak terlepas akibat kurang seriusnya Pemko Medan menanggani proyek drainase terbukti hingga kini persoalan banjir belum bisa teratasi apalagi banjir rob yang ada di kawasan Belawan.

Demikian disampaikan komisi B DPRD Medan, HT.Bahrumsyah  disela-sela kepenggurusan SKCK di Mapolres Pelabuhan Belawan, Rabu (11/07/2018).

Menurut Bahrumsyah, se-Kota Medan masih ada 43 Kelurahan kumuh sebagian besar kategori kumuh ada di kawasan Medan Utara.

“Sampai hari ini anggaran dari APBD Kota Medan yang dialokasikan sebesar Rp 1 Trilliun belum ada manfaatnya dari pembangunan infrastruktur baik drainase maupun jalan bagi masyarakat buktinya warga masih mengalami banjir,” Ungkap Ketua DPDPAN Kota Medan.

Solusinya, Perlu ditinjau kembali pola-pola pembangunan drainase serta peta pembangunan drainase di kawasan Medan bagian Utara selama ini yang dilaksanakan Pemko Medan dengan menghabiskan anggaran ratusan miliaran rupiah akan tetapi nyatanya tetap berdampak banjir belum mampu mengurangi jumlah genangan air di Medan Utara.

Padahal Walikota Medan telah berkomitmen untuk mempercepat pembangunan di kawasan Medan Utara.

Seharusnya pembangunan drainase dikategorikan mana yang diutamakan, mana pembangunan drainase primer dan mana pembangunan drainase yang sekunder.

Bahrumsyah yang juga Ketua HNSI kota Medan berharap adanya pembenahan pembangunan untuk kawasan Medan Utara sehingga bebas dari wilayah kumuh.

Perlu juga peran serta pihak BUMN dan BUMD guna mengatasi kekumuhan di Medan Utara.

Ada Perdanya CSR tiap BUMN wajib mengeluarkan keuntungan perusahaan sebesar 3% dari keuntungan perusahaan.

Bila Pemerintah mau bersinergi dengan BUMN yang ada dalam membenahi infrastruktur sebenarnya bisa tercapai sesuai harapan kita bersama, Papar Bahrumsyah-SB-husni l

Comments

Tinggalkan Balasan