Asintel Kejatisu Ringkus Dua DPO Di Tempat Terpisah 36 Jam

Asinten ringkus DPO Drs. H. Hasnil

Sentralberita|Medan ~Belum sampai dua hari, tim intelijen Kejati Sumut kembali meringkus seorang buronan dalam kasus tindak pidana korupsi. Kali ini, tim yan dipimpin oleh Asintel Kejati Sumut Leo Simanjuntak meringkus Drs. H. Hasnil, (68) di kawasan Kota Tangerang Selatan. pada Minggu (29/7) dinihari. Hasnil merupakan buronan Kejari Langkat dan Kejari Simalungun dalam kasus  penghitungan kelebihan Pembayaran Pajak Penghasilan PNS .

“Dia diringkus  di kediamannya di Jalan  Mangga I No. 163 Kompleks PU, Kelurahan Rengas, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan setelah dilakukan pemantauan selama dua minggu oleh tim,”ucap Kasi Penkum Kejati Sumut Sumangggar Siagian.

Sumanggar melanjutkan  Pimpinan Kantor Akuntan Publik Hasnil M. Yasin & Rekan ini merupakan buronan dari Kejaksaan Negeri Langkat dan juga Kejaksaan Negeri Simalungun. Dalam kasus penghitungan kelebihan Pembayaran Pajak Penghasilan PNS di Setda Langkat dihukum 6 tahun penjara. Kasus ini terjadi pada tahun anggaran 2001-2002. Sedangkan pada tahun 2008 di Pemkab Simalungun, dia dihukum 4 tahun penjara. Untuk dua kasus itu, dia juga dihukum denda sebesar Rp 200 juta.

“Total kerugian akibat manipulasi penghitungan yang dilakukannya sebesar Rp 2,9 miliar, rinciannya Pemkab Langkat menderita kerugian sebesar 1,2 militra sedangkan Pemkab Simalungun menderita kerugian sebesar Rp 1,7 miliar,”terang Sumanggar.

Memang aku Sumanggar, selama proses penyidikan hingga proses persidangan tersangka tidak ditahan. “Jadi proses hukum terpidana ini sudah berkekuatan hukum tetap sesuai putusan MA,” sebut Sumanggar.

Selama buron, terpidana ini kata Sumanggar bekerja sebagai salah satu dosen di salah satu universitas swasta di Jakarta. “Jadi setelah putusan inkhrah, jaksa memanggil terpidana hingga tiga kali, namun tidak diindahkan. Sehingga dia dimasukan dalam DPO jaksa pada awal tahun 2018 lalu,” urai Sumanggar.

Selanjutnya usai sampai di Kejati Sumut, terpidana langsung diboyong ke Lapas Tanjung Gusta Medan untuk menjalani masa hukuman.

“Jadi kesepakatan antara Kejari Simalungun dan Langkat, terpidana ini akan dibawa ke Lapas Tanjung Gusta untuk menjalani masa hukumannya,” tukas Sumanggar.

Dalam kasus penghitungan kelebihan Pembayaran Pajak Penghasilan PNS  ini, Hasnil tidak sendirian. Dia juga menyeret mantan Sekda Langkat, Surya Djahisa  dan juga mantan Sekda Simalungun Abdul Muis Nasution.  Keduanya pun sudah menjalani masa hukuman.

Sebelumnya,Sabtu malam,(28/7),Asintel Kejatisu juga meminpin penanangkapan terhadap seorang drg.Maria Donse Br Tobing di sebuah toko ulos di Tarutung Tapanuli Utara.

Donse adalah buronan Kejati Riau yang sudah lama dicari,ia melarikan diri dam selalu berpindah.- pindah ketika akan dieksekusi,karena hukuman 4 tahun yang dijatuhkan kepadanya sudah inkrah ( berkekuatan hukum tetap.).

“Ia selalu berpindah – pindah dan sudah lama kita ikuti,dari Riau,pendah ke.Tarutung dan Medan”,ungkap.Kajari Pekanbaru Suripto kepada wartawan.

Sedangkan Kasipenkum Sumanggar Siagian kepada Wartawan mengatakan,terpidana Br Tobing tetsebut teibat korupsi vaksin maningitis jamaah Umroh di kota Pekanbaru.

Hingga saat ini,Kata Asintel Kejatisu Leo.Simanjuntak didampingi Kasipenkum.Sumanggar Siagian sudah ada 18 orang DPO Kejatisu yang berhasil ditangkap terhitung mulai Januari.2018 hingga saat ini,dan secara nasional Kejaksaan telah berhasil menangkap.142 orang buronan yang masuk dalam daftar pencarian orang ( DPO ). (SB/FS)

Comments