Panglima TNI dan Kapolri ke Tigaras,  Perketat Standar Pengawasan Angkutan Penyeberangan

sentralberita|Medan~ Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr Ir Hj R Sabrina MSi meminta kepada pemerintah daerah (Pemda) untuk memperketat pengawasan standar angkutan penyeberangan, khususnya angkutan air di kawasan Danau Toba.

“Agar kemudian hari tidak terulang lagi peristiwa kapal tenggelam, yang banyak memakan korban, akibat kelebihan muatan,” ujar Sabrina saat mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara, pasca musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun di pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Kamis (21/6).

Sabrina mengimbau kepada pengusaha transportasi, khususnya air di sekitar Danau Toba untuk lebih memperhatikan keselamatan penumpang. Juga tentang kelaikan operasi armada transportasi air.  “Peralatan keselamatan penumpang, seperti pelampung harus benar-benar diperhatikan,” ujarnya.

Selain itu, Sabrina juga mengharapkan dukungan semua pihak, agar proses evakuasi terhadap korban tenggelamnya KM Sinar Bangun lebih maksimal. Sehingga akan semakin banyak korban yang dapat ditemukan dan diselamatkan.

Setelah tiba di Bandara Silangit, rombongan Panglima TNI dan Kapolri bergerak menuju Posko SAR Pelabuhan Tigaras. Panglima dan Kapolri kemudian menuju bagian utama posko SAR. Di dalam posko itu Hadi dan Tito tampak serius mendengarkan pemaparan dari Kabasarnas Medan Budiawan.

Panglima TNI  Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, untuk mempercepat evakuasi korban tenggelamnya KM Sinar Bangun akan ada beberapa unit yang akan bekerja. Pertama, kepolisian akan memastikan jumlah korban. “Berapa jumlah yang orang korban dan hilang tersebut berdasarkan data-data, laporan perkiraan jumlah orang yang masuk di pelabuhan. Sehingga tidak terjadi simpang siur,” ujarnya.

Kedua, Basarnas yang akan melakukan pencarian sesuai dengan SOP. “Dengan data yang jelas akan membantu pencarian korban,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa nantinya akan didatangkan alat  berteknologi canggih untuk pencarian di bawah permukaan air yang kedalaman lebih dari 50 meter.

Sementara, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan terkait tenggelam KM Sinar Bangun di Danau Toba, Polri akan mendukung melalui kegiatan interview tentang apa yang terjadi sebelum kapal tenggelam. “Agar bisa dipastikan sebenarnya data penumpang,” ujarnya

Polri, lanjutnya, juga akan melakukan penyelidikan apakah ini peristiwa pidana. Karena pada penyelidikan awal, peristiwa ini ada beberapa kelalaian. Karena idealnya kapal KM Sinar Bangun ini  hanya mampu menampung lebih kurang 62 orang. “Namun nahkoda sudah sering mengangkut hingga 150 orang,” sebut Kapolri.

Sementara itu, dari informasi yang diperoleh di Posko evakuasi, hingga Kamis (21/6), jumlah korban yang ditemukan sebanyak 21 orang. Sebanyak 3 orang diantaranya meninggal dunia dan 18 orang selamat. (sb/01)

Comments

Tinggalkan Balasan