Hasil Survei Terbaru LSI: ERAMAS Ungguli Djoss

Sentraltralberita|Medan~Lingkaran survei Indonesia (LSI) Denny JA melakukan survei opini publik untuk Pilkadasu 2018.Hasilnya, pasangan Edy Rahmayadi-Ijeck-Musa Rajekshah (ERAMAS) unggul terhadap pasangan Djarot Saiful hidayat-Sihar sitorus (Djoss).

Demikian hasil survei terbaru (LSI) yang dilakukan tanggal8-18 Juni 2018, menurut peneliti LSI Ruli Akbar, Jum,at (22/6/2018) kepada wartawan, survei dilakukan secara tatap muka terhadap 1000 responden. Responden dipilih menggunakan metode multisatge renadom sampling dengan margin of survei lebih kurang 3,16 persen.

Disebutkan, pada pertanyaan terbuka, Edy Rahmayadi mendapat dukungan,39,8 persen sedangkan Djarot Saiful Hidayat mendapat dukungan 24 persen,3 persen. Demikian juga pada simulasi tertutup, Edy Rahmayadi memperoleh dukungan 45,7 persen sedangkan Djarot 33,8 persen.

Sementara untuk dukungan wakil, Musa Rajeckshah menggunguli Sihar Sitors. Pada pertanyaan terbuka, Musa Rajechshah mendapat dukungan 34,2 persen, Sihar Sitorus26,7 persen. Pada simulasi tertutup Ijeck 40,3 persen, Sihar 30,5 persen.

“Bila disimulasikan secara berpasangan, paslon ERAMAS mendapat ddukungan 45,5 persen mengungguli Djoss 34,5 persen,”ujar Ruli Akbar.

Kenapa ERAMAS Unggul? survei tersebut menemukan dua alasan. Pertama, segmen pemeilih suku Jawa, Melayu dan pemilih muslim. Bersuku Jawa (base 33,5 persen),pasangan ERAMAS unggul telak 64,2 persen, sedangkan Djoss 17,9 persen. Pemilih Melayu (base 4,8 persen). ERAMAS unggul 79,3 persen dan Djoss 3,4 persen.
Dibasis pemilih beragama Islam (64,7), ERAMAS unggul 65 persen.

Kedua, ERAMAS konsisten unggggul di 8 dapil, yaitu Dapil 1,2,3,4,5,6,7 dan 12, sedangkan Djoss unggul di 4 Dapil yaitu, dapil 8,9,10,11.

Kenapa Djoss belum merebut posisi puncak? LSI juga menemukan dua alasan, yaitu Djoss dikenal paling tinggi, tapi kurang disukai. Dari tingkat pengenalan calon gubernur, Djarot memperoleh 91,3 persen, Edy 89,5 persen, sedangkan untuk wakil, sihar 74,0 persen, ijeck 70 persen.Untuk tingkat kesukaan, Edy memperoleh 78,7 persen, Ijeck 74,2 persen. Sedangkan djarot 67,8 persen, sedangkan sihar 63, 4 persen.

Kedua, Efek debat tidak berpengaruh. Diakui, pengaruh debat memang sangat tinggi yakni 69,4 persen, akan tetapi hanya 18 persen publik yang mengikuti debat. Dan ketika ditanyakan siapa yang dianggap dominan dan mengusai materi, Eramas mendapat 49,1 persen, Djoss 41, persen.Dalam survei itu juga disebut untuk swing voters 33,5 persen.(SB/Husni L)

Comments

Tinggalkan Balasan