Djarot Heran Kepala Daerah Terjerat Korupsi, Padahal Biaya Hidupnya Ditanggung Negara

Sentralberita|Langkat~Calon Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat mengaku heran kepala daerah terjerat korupsi, padahal seluruh biaya hidupnya ditanggung negara.

“Kenapa sih masih korupsi, padahal biaya hidupnya ditanggung negara,” tuturnya ketika buka puasa bersama dengan masyarakat Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Senin (21/5/2018).

Djarot yang sepuluh tahun menjadi Wali Kota Blitar di Jawa Timur ini mengungkapkan, pencalonanan menjadi Gubernur Sumatera Utara atas permintaan tokoh-tokoh masyarakat untuk memperbaiki Sumatera Utara agar bangkit dari ketertinggalan.

Karena itu pula Djarot yang pernah menjadi Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan, jika rakyat Sumatera Utara mengamanahkannnya menjadi Gbernur Sumatera Utara akan mengabdikan dirinya selama lima tahun di sumatera.

Menuju kearah tujuan mulianya itu, bersama pasangan wakilnya Sihar Sitorus kini terus berupaya dan berbuat maksimal mengambil hati masyarakat melalui program yang tertuang dalam visi dan misinya.Seperti di perbatasan Sumut – Aceh, Senin (21/5/2018) mengunjungi Desa Halaban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat guna menyapa masyarakat Sumut di perbatasan Aceh tersebut.

Tak kalah pentingnya, kehadiran sosok berpengalaman di birokrasi ini untuk melihat progress pembangunan rel kereta api (KA) Medan-Banda Aceh di Kabupaten Langkat.

“Kita datang untuk menyapa warga sekaligus melihat progress pembangunan rel kereta api,” ucap Calon Gubernur Sumut nomor urut 2 itu usai menunaikan shalat Ashar di Masjid Al-Qadri.

Djarot mengungkapkan, pembangunan rel kereta api Medan-Aceh antara lain untuk mengatasi kesenjangan antar daerah Sumut dan Aceh.

Dengan adanya pembangunan rel kereta api Sumut ke Aceh maka jalur transportasi darat semakin terintegrasi. Maka dengan begitu distribusi barang dan jasa dari dan ke Sumut dan sebaliknya akan lancar dan Sumut menjadi kuat, katanya.(SB/Husni L)