Umat Islam di Indonesia Adalah Benteng Kebangsaan, Kunci Kemajuan

Calon wakil gubernur Sumatera Utara Sihar Sitorus berfoto bersama ketika menghadiri acara peringatan Isra Mi’raj Muhammad SAW YAPIM se-Sumut dan Riau di aula Tanjung Indah, Tanjung Morawa, Deli Serdang, Senin (16/4/18).

Sentralberita| Tanjungmorawa~ Ketua Yayasan Pendidikan Indonesia Membangun (Yapim) Dr Sihar Sitorus menilai bahwa  umat Islam di Indonesia adalah sebagai benteng kebangsaan, benteng persaudaraan, kunci kemajuan Indonesia dan terkhusus untuk kemajuan Sumatera Utara (Sumut).

Hal tersebut disampaikan Sihar saat menghadiri acara Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Yapim Sumut-Riau di Tanjung Morawa, Senin (16/4/2018) di gedung Wisma Indah. Sihar mengatakan bahwa Peringatan Isra Miraj akan selalu menjadi momentum kepada semua.
Bukan hanya kepada umat Islam, tetapi kepada seluruh umat beragama yang ada di tanah air tercinta khususnya di Sumut, untuk terus dan terus kembali memperkuat tali persaudaraan sebagai bangsa Indonesia yang hidup berdampingan dalam suasana yang harmonis dan tolong menolong. “Karena itu, seluruh elemen harus senantiasa bersama, bergandengan tangan, merangkul satu dan yang lain,” katanya.
Pengusaha sukses tersebut mengatakan bahwa umat Islam harus terus memperkuat ukhuwah Islamiah dan terus memupuk rasa persaudaraan dengan umat beragama lainnya dalam menjaga keutuhan NKRI. Lebih lanjut lelaki yang saat ini maju sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumut itu mengatakan bahwa Isra Miraj sebagaimana yang dijalani oleh Nabi Muhammad mengandung arti penting, membawa fitrah serta murninya agama Islam. Bukan hanya bagi pemeluknya, tetapi Islam sebagai Rahmat bagi seluruh alam.
“Umat Islam di Indonesia adalah benteng kebangsaan, benteng persaudaraan, kunci kemajuan Indonesia dan terkhusus untuk kemajuan Sumut yang kita cintai. Kita harus senantiasa bersama, bergandeng tangan, merangkul satu dan yang lain,” katanya
Wakil dari Calon Gubernur Sumut H Djarot Saiful Hidayat tersebut menuturkan bahwa warga bangsa Indonesia ditakdirkan Yang Maha Kuasa menjadi saudara dalam Indonesia. Perbedaan bukan lah bencana bagi kita, perbedaan adalah Rahmat yang diberikan Tuhan kepada kita untuk dikelola, sehingga kita bisa menjadi bangsa yang besar, bangsa yang mandiri dan disegani oleh bangsa lain.
“Karena itu jangan mau dipecah belah untuk alasan apa pun juga. Agar perjuangan para pendahulu kita tidak sia-sia. Banyak yang telah berkorban untuk kemerdekaan kita. Kita harus meneruskannya,” ujarnya.
Sementara itu Badan Pengawas Yapim, Darmawan mengatakan bahwa pelaksanaan Isra Miraj merupakan kegiatan keagamaan yang rutin digelar setiap tahun di yayasan yang dipimpin oleh Sihar Sitorus ini. Bukan hanya di Sumut, tetapi di daerah lainnya juga seperti di Riau. Karena itu, kedatangan Sihar Sitorus sebagai ketua yayasan diharapkan dapat memotivasi ribuan siswa dan siswi agar menjadi masyarakat Indonesia yang sesungguhnya.
“Khusus untuk Yapim yang dipimpin oleh Sihar Sitorus, perayaan ini terus digelar. Karena sekolah yang didirikan oleh keluarga Sitorus tersebut merupakan sekolah nasional yang mendidik anak-anak bangsa dari berbagai kalangan,” katanya.
Untuk tahun ini, Yapim dalam perayaan  Isra Miraj mengangkat tema: “Eratkan Silaturahmi Sesama Muslim dan Persaudaraan Antar-umat Beragama dalam Menjaga Keutuhan NKRI”. Tema ini menurut Darmawan sesuai dengan kondisi kekinian. Karena harus mengajak berbagai elemen agar terus membangun bangsa yang sangat beragam. (SB/Husni L)

Comments