Truk Damkar Terjang  Rumah Warga di Bagan Asahan

Warga tampak mengerumuni lokasi kejadian (F/SB.dok)

Sentralberita – Asahan | Truk Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemkab Asahan yang Standbykan di Kantor Kepala Desa Bagan Asahan Pekan Kecamatan Tanjungbalai terjang rumah warga, tiga orang penghuninya mengalami luka – luka, Selasa petang (17/4) sekitar pukul 17.30 WIB.

Informasi dihimpun, truk No.Pol B 7722 XX yang dikemudikan Dicky Ramadhani Panjaitan tenaga honorer di Sat Pol PP Unit Damkar itu saat akan keluar dari halaman kantor tiba – tiba melesat dan langsung menerjang bangunan rumah kontrakan milik Alan Marbun yang dihuni Taufik Nasution di Dusun V.

Hal itu dijelaskan Zulfan, Kepala Desa Bagan Asahan Pekan saat dikonfirmasi, Rabu (18/4) di kantornya, kejadian persisnya sekitar pukul 17.30 WIB dan saat itu truk Damkar itu dikemudikan oleh tenaga honorer yang bukan sopirnya, jelas Zulfan.

“Bukan sopir, melainkan tenaga honorer”, ujar Zulfan menegaskan.

Selanjutnya dijelaskan, pada saat kejadian ada delapan orang yang berada di dalam rumah  tersebut, namun hanya tiga orang yang mengalami luka – luka dan satu orang terpaksa dirawat inap di RSUD Dokter Mansyur Kota Tanjungbalai.

Sementara Sukamto petugas piket Damkar di desa Bagan Asahan Pekan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu, “ benar kejadian itu, dan saat ini truk Damkar yang menerjang rumah milik warga sudah dievakuasi ke Kisaran”, jelas Sukamto.

Ketika ditanya, siapan sebenarnya sopir yang bertugas saat itu, “informasi yang diterima, saudara Azhari Nasution saat itu yang diberi tanggungjawab untuk merawat dan menjaga truk tersebut”,ungkap Sukamto.

Terpisah, Delvina (16) korban Damkar maut itu saat ditemui di RSUD Dokter Mansyur dengan terbata – bata menjelaskan kejadian naas itu, “kami saat itu ada delapan orang, posisinya sedang tidur – tiduran dan tiba – tiba terdengar suara raungan mesin yang kemudian disusul runtuhnya bangunan”,ungkap Delvina.

“Semua terjebak di dalam reruntuhan bangunan yang terbuat dari papan dan kayu serta seng, dan kami bisa keluar setelah warga memberikan bantuan”, tegas siswa kelas III SMP itu. (SB/sus)

Comments