Divonis 3 Bulan, Laurentius Kembali Akan Diadukan ke Polisi Kasus Berbeda

Sentralberita| Medan ~Pasca divonis 3 bulan 7 hari penjara, dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (4/4/2018), terdakwa Laurentius yang menganiaya korban Achmad Husein Siregar saat diminta hentikan musik sewaktu azan, akan kembali dilaporkan ke pihak kepolisian.

Kuasa hukum korban,  Syamsul Huda Johan mengatakan, Laurentius akan dilaporkan dalan kasus tindak pidana lain yang diduga meresahkan warga perumahan Komplek Johor Permai II, Medan Johor itu.

“Masih ada lagi kasus-kasus dia yang lain belum dituntaskan yang membuat resah warga. Kita akan  melaporkannya kembali dalam waktu dekat ini,” ucap Syamsul kepada wartawan, Sabtu (14/4/2018).

Dikatakan Syamsul, kasus yang akan dilaporkan antara lain pengancaman kepada warga dengan senjata api dan juga pengancaman terhadap petugas keamanan komplek.

“Inilah antara lain yang pernah dilakukannya kepada warga. Sehingga warga sudah siap untuk membuat pengaduan. Ini nanti jadinya sudah  atas nama masyarakat,” pungkas Syamsul.

Pelaporan kembali Laurentius, lanjut Syamsul,  merupakan bentuk kekecewaan masyarakat atas vonis ringan dalam kasus penganiayaan yang dilakukannya terhadap  warga komplek Achmad Husein Siregar.

“Kasus Husein itu kan juga sudah lama mengendap. Itu kejadiannya tahun 2014, tapi akhirnya bisa juga disidangkan. Namun putusannya tidak mencerminkan keadilan,” ungkap Syamsul.

Ditambahkannya, pasca vonis tersebut. Pihaknya juga sudah menyurati Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) yang isinya keberatan atas vonis ringan Laurentius.

Menurutnya, penganiayaan yang dialami Achmad Husein Siregar adalah penganiayaan berat. Itu bisa dibuktikan berdasarkan hasil visum yang diajukan dalam bukti persidangan.

“Tetapi hakim tidak melihat itu. Seharusnya
hakim bisa mengeluarkan hak Ultra Petita, haknya untuk memutus di luar yang  dituntut jaksa. Tapi tidak dilakukan,” ungkap Syamsul Huda.

Sebagaimana diketahui penganiayaan yang dilakukan Laurentius terhadap korban  Achmad Husein Siregar terjadi tahun 2014 lalu di komplek perumahan Johor Indah Permai II, Medan. Saat itu korban menegur terdakwa Laurentius yang bermain musik (band) saat adzan berkumandang.

Namun terdakwa tidak terima diminta hentikan musik dan malah memukuli korban hingga babak belur. Akibatnya korban mengalami luka di wajah dan dan bagian badan lainnya.(SB/FS)

Comments

Tinggalkan Balasan