Kapolrestabes Palsu Tipu Bos Aroma Rp 100 Juta

Sentralberita|Medan~ Pemilik PT Aroma Bakery, Suhardi tetipu oleh seseorang yang mengaku sebagai Kapolrestabes Medan. Akibatknya, Pengusaha yang tinggal di Jalan Air Bersih, Binjai, Medan Denai itu, menderita kerugian Rp100 juta.

Hal itu diketahui dalam sidang perdana yang digelar di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri Medan, Senin (26/3) sore, diketuai majelis hakim Gosen Butar – butar.

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum, Randy Tambunan, ada 5 terdakwa dalam perkara itu. Pertama adalah Adi Safri alias Kapolrestabes Medan (38), Iqbal alias Kabag Ops Polrestabes Medan (25), Renaldi alias Rensi (29), Junaidi alias Edi (30) dan M Bahri (30). Aksi itu dilakukan kelima terdakwa dari Apartemen Mutiara Bekasi Tower Lantai 3, Jalan Jendeal Ahmad Yani, Bekasi pada Kamis (4/1).

Dimulai pukul 08.05 WIB, terdakawa Renaldi, Junaidi, Bahri dan Iqbal mencari nama dan nomor telepon Pengusaha melalui internet. Akhirnya pada pukul 09.00 WIB, terdakwa Iqbal yang mencari di internet menggunakan I Phone warna silver, berhasil mendapat nama dan nomor telepon PT Aroma Bakery. Lalu, terdakwa Iqbal menghubungi nomor telepon itu menggunakan handphone Samsung warna hitam.

Panggilan telepon dari terdakwa Iqbal itu dijawab Area Manager PT Aroma Bakery, Jimmi. Kemudian terdakwa Iqbal mengaku sebagai Kabag Ops Polrestabes Medan, Dodi Satria dan menanyakan owner PT Aroma Bakery.

Jimmi mengatakan owner tidak ada sehingga terdakwa Iqbal meminta nomor owner. Lantas Jimmi tidak langsung memberi, melainkan meminta ijin terlebih dahulu pada owner PT Aroma Bakery.

Setelah menghubungi owner PT Aroma Bakery dan mendapat ijin memberikan nomor telepon, Jimmi menelepon terdakwa Iqbal kembali dan memberikan nomor owner PT Aroma Bakery.

Sekitar 10 menit kemudian, terdakwa Iqbal menghubungi owner PT Aroma Bakery dan mengatakan Kapolrestabes Medan hendal bicara sehingga owner PT Aroma Bakery harus menghubungi ke nomor yang diberikan terdakwa Iqbal.

Berdasarkan hal itu, owner PT Aroma Bakery menghubungi nomor yang telah diberikan terdakwa Iqbal. Dalam pembicaraan via telepon itu, orang yang mengaku sebagai Kaporestabes Medan, yakni terdakwa Adi Safri meminjam uang Rp125 juta, untuk biaya kegiatan dan akan diganti pada 15 Januari 2018. Namun saat itu, owner PT Aroma Bakery hanya menyanggupi Rp100 juta.

Selanjutnya korban bertanya apakah uang diantar ke Mapolrestabes atau akan ada yang menjemput, terdakwa meminta ditransfer saja. Saat itu, terdakwa mberikan nomor rekening Bank Mandiri atas nama Dewi Febrianti. Oleh karena itu, korban menyuruh stafnya atas nama Suhartono mentransfer ke nomor rekening yang dikirimkan oleh terdakwa.

Setelah itu, para terdakwa yang tinggal di Komplek Grand Wisata, Tambun, Bekasi itu, keluar dari Apartemen. Mereka menuju Ancol menumpangi taksi online.

Selanjutnya, mereka membagi uang, Rp30 juta untik terdakwa Iqbal dan untuk terdakwa Renaldi, Junaidi dan Bahri, masing-masing Rp2 juta. Sisanya, untuk terdakwa Adi Safri. Kemudian, para terdakwa bersenang-senang di Hotel Klasik, Jakarta sehingga menghabiskan uang Rp18.743.000.

” Untuk terdakwa Adi Safri dan Iqbal Melanggar Pasal 378 jonto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana. Sementara untuk terdakwa Renaldi, Junaidi dan Bahri melanggar Ppasal 480 jonto 155 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana, ” ujar JPU

Selanjutnya dia menghubingi Jimmi, bertanya bagaimana Kabag Ops Polrestabes Medan menghubunginya dan dijawab Jimmi melaluo telepon kantor. Seketika itu, Suhadi yakin kalau dirinya telah ditipu.

” Ternyata dia menelepon lagi, meminta Rp150 juta lagi. Katanya akan dibayakan dengan cek senilai Rp250 juta. Lalu saya mengulur-ulur waktu sambil melapor ke Polda Sumut. Akhirnya pihak Poldasu berkordinasi dengan Polisi di Bekasi dan para pelaku berhasil ditangkap.

 

Comments