Dugaan Korupsi Taman Raja Batu Madina, GERMASU Desak  Kejatisu Tetapkan Bupati Madina Tersangka

Gemasu unjuk rasa di depan kantor Kejatisu meminta Kejatisu mengusut korupsi di Taman Raja Batu dan Siri-Siri di Madina

Sentralberita| Medan~Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sumatera Utara (Gemasu) berunjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera  Utara (Kejatisu), Selasa (6/3). Massa meminta Kejatisu untuk mengusut tuntas dugaan korupsi pembangunan objek wisata  Taman Raja Batu dan Tapian Siri-siri Syariah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina)

Kordinator aksi Abdurrahman Simanjuntak dalam orasinya menyebutkan, mendukung penuh atas langkah Kejatisu dalam penyelidikan dugaan korupsi yang diduga melibatkan Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution

“Kami dukung Kejatisu mengusut kasus korupsi ini, segera lakukan penetapan tersangka. Apabila tidak bisa, maka kasus ini akan kami laporkan ke KPK,” ucap Abdurrahman.

Dikatakan Abdurrahman, kasus dugaan korupsi tersebut sarat masalah sehingga mestinya  menjadi prioritas kejaksaan.

“Kasus ini harus ditindak serius, jangan biarkan berlarut-larut sehingga nantinya tidak ada kejelasan. Kami minta, Kejatisu jangan bermain mata dalam kasus ini,” pungkasnya

Usai berorasi,  massa diterima  Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejatisu Sumanggar Siagian.  Di hadapan massa Sumanggar mengatakan, kasus dugaan korupsi tersebut masih terus didalami Kejatisu.

“Kasus ini tidak kita diamkan, kami justru sedang mendalaminya lagi.  Terakhir kami telah mengirim pihak penyidik ke lokasi proyek Tapian Siri-siri dan Taman Batu Raja untuk melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan. Tak ada yang kita diamkan, siapapun yang terlibat pasti kita proses”, ucap Sumanggar

Dijelaskan Sumanggar, sejauh ini penyelidikan  kasus tersebut masih terus berjalan, namun pihaknya belum mendapatkan rincian adanya kerugian negara.

“Kita belum tahu berapa besar kerugian negara, nanti semua akan terungkap, saat ini kita masih mendalami kasus ini. Kita sangat serius dalam mendalami setiap kasus, khususnya dalam masalah kerugian negara, tak terkecuali kasus ini”, jelasnya. (SB/FS)

Comments