Sambil Kuliah, Maulla Hildayani Membuka Warung Kopi “Mendoan” Sepecial Tempe

Sentralberita| Medan~Meski usianya masih tergolong muda, karena saat ini masih bersatus mahasiswi, namun obsesinya sudah ingin mandiri dan membuka lapangan pekerjaan. Obsesinya itu tidak hanya sekedar menjadi harapan, namun kini sudah menjadi kenyataan. Betapa tidak, sebuah warung kopi Mendoan di Komplek Perumahan Taman Setia Budi Indah telah mencuri perhatian penikmat makanan tradisional olahan tempe.

Di warung kopi Mendoan inilah Maulla Hildayani (20) mahasiswa Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Sumatera Utara (USU)itu selesai urusan perkulihannya menghabiskan waktunya.

Anak sematawayang Cahyo Pramono ini selain ikut berjualan, juga membuat menu dari tempe walau warung Kopi Mendoan itu adalah miliknya sendiri.Tempe yang disajikan bukan sembarang tempe, ukurannya sebesar kertas HPS atau lima kali lipat ukuran tempe pada umumnya.

Ketika ditemui, Minggu (25/2/2018) lalu, Maulla mengaku sejak masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah termotivasi bisa mandiri sekaligus membuka lapangan pekerjaan dan dimulai dengan bisnis kecil-kecil.

Dia pun melirik bisnis kuliner dengan khas menggelorakan sifat kopi Indonesia. Tidak hanya sekedar kopi saja, namun Tempe Mendoan juga menjadi menu andalan Goldha disamping kue tradisional yang lazimnya hadir sebagai takjil menu berbuka puasa di bulan ramadhan.Bisnis ini dirintis sejak dua tahun terakhir bersama sepupunya.

“Sebenarnya sejak SMP sudah mulai bisnis jualan pulsa. Kecil-kecil gitu sih. Terus SMA juga jualan kue. Terus pas waktu kuliah mikir, tidak ada yang dihasilkan lagi. Akhirnya, jadilah. Dan sekalian pengen mandiri. Pengen punya pengalaman selain bekerja. Bekerja itu baik. Tapi menciptakan lapangan pekerjaaan itu lebih baik,”ujar pengelola The Komend Café, yang akrab disapa Goldha ini.

Selama dua tahun membangun bisnis, Goldha mengaku persaingan bisnsi kopi shop semakin ketatnya. Apalagi konsep yang ditawarkan dari usahanya juga tidak terlalu modern dan ngehits untuk kalangan anak muda. Meski begitu, dia tetap optimis, bisnis yang digelutinya tersebut akan mendapatkan porsi tersendiri dihati konsumen.

Sebab Kopi Mendoan menyediakan menu yang berbeda dengan kopi shop lainnya, bahkan setiap pemesan kopi mendapatkan filosofi kopi.

Gadis berhijab ini menguraikan, Tempe Mendoan merupakan salah satu kuliner khas Banyumas, Jawa Tengah yang memiliki tekstur yang lebih besar, tipis kemudian digoreng dengan balutan tepung. Selain tempe mendoan, juga ada pilihan lainnya pizza mendoan.

Tempe mendoan terbuat dari kacang kedelai yang difermentasikan dengan jamur baik bernama Rhizopus oligosporus. Tempe merupakan sumber protein nabati yang mengandung serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi.

“Yang spesial dengan tempe mendoan, belum ada di kota Medan. Ini khasnya di Banyumas, Jawa tengah. jika ada pendatang dari Jawa, atau yang pernah merantau ke jawa dan pernah makan tempe mendoan. Kemudian rindu dengan rasa itu, bisa menikmati disini,tutur Goldha seraya menyebut meski memiliki sejumlah manfaat kesehatan, namun saat ini tempe mendoan belum banyak diketahui masyarakat.

Menurut masiswi USU ini tempe memiliki khasiat menurunkan risiko serangan Jantung, menangkal radikal bebas, mencegah anemia & osteoporosis. Mencegah diare dan kolera, tinggi akan serat, mengatasi Keracunan.Kemudian antibiotika dan antioksidan di dalamnya dipercaya dapat menyembuhkan infeksi serta mencegah penyakit degeneratif.

Bagi gadis yang gampang senyum ini, dirinya memiliki mimpi bisa membuka lebih banyak cabang lagi. “Tapi itu hanya mimpi semoga menjadi kenyataan,”ujar Goldha sambil mempersilakan penikmati menu yang disediakannya. (SB/Husni L)

Comments