Reka Ulang Tewasnya Suami Dibunuh Istrinya Sendiri

Sentralberita| Medan~Guna melengkapi berkas perkara pembunuhan Hendra yang tewas dibunuh oleh istrinya sendiri, Ajizah, Kepolisian sektor Medan Barat menggelar reka ulang dilokasi kejadian dalam rekontruksi yang berlangsung dikediaman pasangan suami istri tersebut dijalan Sekata Gang Felamboyan  kecamatan Medan Barat, Senin (19/2/2018) Korban ditikam oleh istrinya yang terbakar api cemburu dibagian paha sebelah kiri dan mengalami pendarahan hebat hingga kritis dan meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit.  Pelaku menangis menyesali perbuatannya.

Ajizah,  tersangka yang nekad membunuh suaminya sendiri dihadirkan pihak kepolisian untuk memperagakan pembunuhan yang terjadi dirumah mereka dijalan sekata gang Flamboyan kecamatan Medan Barat. Dalam reka ulang yang cukup menarik minat masyarakat sekitar tempat tinggal tersangka tersebut sempat diawali cekcok mulut antara tersangka Ajizah dengan korban yang juga merupakan suaminya sendiri.

Sebelum kejadian terjadi,  tersangka Ajizah sempat disuruh oleh korban untuk dibelikan pulsa.  Tersangka yang sedang berada didapur untuk memasak sebelum pergi keluar membeli pulsa  sempat membawa pisau dapur berwarna putih yang berada dibagian rak piring rumah mereka.  Usai membelikan pulsa, tersangka kembali kerumah dan langsung menanyakan tentang wanita idaman lain yang menjadi pacar simpanan korban.

Korban,  Hendra tidak mengakui yang dituduh kan oleh tersangka. Mendengar jawaban korban yang tidak mengakui perbuatannya membuat tersangka Ajizah gelap mata.  Api cemburu telah membutakan hati dan pikiran tersangka Ajizah. Dengan pisau dapur yang dibawa dari dapur, tersangka nekad menikam suaminya sendiri dan mengenai bagian paha sebelah kiri.  Akibat luka tikaman tersebut  korban Hendra meninggal dunia dirumah sakit.

Menurut pelaku , Ajizah mengatakan, dirinya emosi karena saat ditanyai terkait perselingkuhan suaminya dengan adek iparnya sendiri,  Hendra tidak mengakui perbuatannya, dirinya langsung menusuk pahak kirinya dengan sebilah pisau yang sudah dipegangnya.  Setelah melakukan pembunuhan terhadap suaminya sendiri, dirinya menyesali semua perbuatannya.

Sementara itu,  menurut Panit Polsek Medan Barat,  Iptu Martua Manik,  awalnya petugas hanya menyiapkan 15 adegan, namun dari hasil rekontruksi menjadi 30 adegan.  Dari hasil reka ulang, pembunuhan terjadi karena tersangka emosi sesaat, sebab korban tidak mengakui jika memiliki wanita idaman lain. Namun setelah diancam dengan pisau akhirnya korban mengakui.  Dari hasil outopsi, korban mengalami luka tusukan satu kali dibagian paha kiri dan tusukan tersebut mengenai syaraf arteri atau urat besar sehingga mengalami pendarahan hebat.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,  tersangka Ajizah terpaksa mendekam dalam sel tahanan Polsek Medan Barat. (SB/AR)

Comments

Tinggalkan Balasan