Pantau Pilkada di Sulsel Pake Helikopter

Sentralberita| Helikopter Dolphin buatan Perancis tahun 2009 bantuan Mabes Polri ke Polda Sulsel sudah tiga hari berada di Makassar. Bahkan sudah terbang ke beberapa daerah memantau pelaksanaaan tahapan Pilkada yang suhunya mulai menghangat, antara lain di Kabupaten Sidrap.

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Sulsel, Kombes Polisi Staphen Napium yang dikonfirmasi, Sabtu, (24/2) mengatakan, helikopter dolphin ini sengaja dikirim ke Makassar untuk distandby-kan khusus untuk menghadapi musim Pilkada. Tidak ada kepastian berapa lama berada di wilayah Sulsel karena akan digunakan sesuai kebutuhan.

“Sebelumnya satu unit helikopter stand by di Polda Sulsel tapi sudah dikembalikan ke Mabes Polri karena perhitungan usia pemakaian dan biaya maintenancenya yang tidak sedikit. Olehnya, kini didatangkan lagi satu unit helikopter jenis dolphin buatan Perancis yang tergolong lebih moderen dari helikopter sebelumnya. Yang ini sudah serba komputerisasi,” kata Kombes Polisi Staphen Napium.

Dijelaskan, helikopter dolphin ini memang untuk spesifikasi medan biasa bukan untuk medan pegunungan misalnya tapi dia punya daya jelajah autopilot dan mampu terbang dengan ketinggian 9000 feet. Memuat 10 orang.

Polda Sulsel disuplai helikopter khusus menghadapi musim Pilkada ini, kata Staphen Napium untuk mendukung gerak cepat para komandan pemutus di lapangan. Komandan-komandan lapangan tidak banyak, hanya beberapa namun mereka dituntut gerak cepat atau butuh pergerakan cepat untuk memantau, mengatasi kondisi keamanan di lapangan di beberapa daerah.

“Komandan lapangan itu tidak banyak tapi mereka butuh pergerakan cepat sesuai perintah Kapolda. Misalnya sementara di Makassar tapi harus segera terbang ke Kabupaten Sidrap. Gerakn cepat ini khususnya juga bagi komandan yang punya pasukan. Dia harus mampu mengendalikan pasukannya yang mungkin hari ini dia ada di Bone lalu besoknya harus segera ke Kabupaten Luwu atau Jeneponto. Daya tampung helikopter ini sedikit, hanya 10 orang karena memang khusus untuk mengakomodir pergerakan pengendali di lapangan aja,” jelas Kombes Polisi Staphen Napium.

Mengenai Pilkada di Sulsel, akan serentak berlangsung 27 Juni mendatang. Totalnya ada 13 Pilkada masing-masing satu Pemilihan Gubernur dan 12 pemilihan bupati di 12 daerah yakni Makassar, Parepare, Palopo, Bantaeng, Jeneponto, Sinjai, Bone, Wajo, Pinrang, Sidrap, Luwu dan Enrekang.

Diantaranya, sudah ada dua daerah yang suhunya kini mulai meninggi yakni di Kabupaten Luwu yang dibelit sengketa Pilkada karena ada satu paslon yang dinyatakan tidak lolos verifikasi dan Kabupaten Sidrap, terjadi aksi pelemparan terhadap kendaraan paslon di hari rapat pleno penentuan nomor urut paslon.(SB/mc)

Comments

Tinggalkan Balasan