Kapoldasu Himbau Warga Kaki Gunung Sinabung Jauhi Zona Merah

Sentralberita| Medan~Pasca erupsi gunung sinabung ,Senin pagi kemarin dengan ketinggian abu kolom 5000 meter, sejumlah desa yang berada di kaki gunung berdampak parah dan mengakibatkan sejumlah warga mengungsi dan membutuhkan bahan pokok

Atas hal itu,  untuk menghindari jatuhnya korban jiwa kaibat semburan awan panas,  pihak kepolisian langsung menyalurkan bantuannya kepada korban erupsi// kapolda juga menghimbau untuk tidak mendekati zona merah.

Hingga saat ini,  petugas Sabhara Polda Sumut masih terjun langsung membersihkan sejumlah ruas jalan yang masih ditutupi debu vulkanik dengan air yang disedot dengan mesin pompa air.  Ratusan personil kepolisian yang diterjunkan kelokasi bencana terus bekerja dan membantu warga korban erupsi gunung sinabung.

Selain itu,  Polda Sumut juga telah menyalurkan bantuan berupa 700 kantong berisikan sembako yang diberikan langsung oleh Kapolda Irjen Pol Paulus Waterpauw kepada warga desa payung  kabupaten Karo dan nantinya bantuan lain yang dibutuhkan korban erupsi yang saat ini sebahagian warganya mengungsi disejumlah posko pengungsian.

Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, bantuan yang diberikan ini sebanyak 700 paket berisikan sembako diharapkan sembako ini dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sambil menunggu bantuan dari pemerintah tiba dan warga dihimbau untuk tetap tidak memasuki zona merah serta selalu mengikuti arahan dari pemerintah setempat.

Salah seorang warga korban erupsi gunung sinabung rohani Boru Bangun mengucapkan terima kasihnya kepada pihak kepolisian yang telah membantu warga desa payung dan semoga pemerintah dapat membantu mereka, karena semua tanaman yang setiap hari menjadi sumber mereka telah hancur karena debu vulkanik gunung sinabung.

Meski gunung api sinabung saat ini sudah mengalami penurunan erupsi dan guguran awan panas pasca letusan besar yang terjadi pada senin pagi kemarin,namun masyarakat harus tetap mematuhi semua larangan yang sudah duterapkan oleh pemerintah/ agar gunung api sinabung tidak lagi memakan korban. (SB/AR)

Comments