1.000 Anak di Tanjung Gusta Perlu Dicarikan Solusi

Sentralberita| Medan~Wakil Gubernur Sumatera Utara Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH menerima Tim Komisi VIII DPR RI dalam rangka pembahasan Program Perlindungan Perempuan dan Anak di Sumatera Utara. Pertemuan berlangsung di Ruang Marahalim, lt 9 Kantor Gubsu (8/2).

Dalam kesempatan itu, Gubsu mengungkapkan fakta bahwa berkisar 1.000 orang anak yang ada di penjara Tanjung Gusta perlu dicarikan solusi.

“Anak-anak ini yang semestinya masih sekolah, namun terjerumus menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Sebagian terjerumus juga karena dorongan kemiskinan,” jelas Wagubsu.

Dia berharap nantinya anak-anak tersebut apabila keluar dari penjara tidak mengulangi perbuatannya. “Idealnya mereka sudah memiliki keterampilan sehingga jika keluar nanti bisa mendapat pekerjaan,” jelas Nurhajizah.

Wagubsu memaparkan bahwa lembaga permasyarakatan yang ada di Medan, Tanjung Balai, Labuhan Ruku, berkisar 90 % warga binaannya terlibat kasus narkoba.

Ada berkisar 572 wanita warga binaan dengan usia produktif yaitu 17-23 tahun.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang sebagai Ketua Tim mengatakan bahwa agar pembahasan dapat menghasilkan apa yang akan dilakukan di keluarga atau rumah tangga yang melanggar hukum seperti masalah ekonomi dan melibatkan semua pihak.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak diwakili Dra Hj Anisah, M.Si mengatakan bahwa harus diperhatikan bagaimana mengasuh dalam rumah tangga dan kapasitas keterampilan anak.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provsu Hj Nurlela SH, M.AP mengatakan bahwa masalah utama dalam pembangunan khususnya pembangunan SDM dan masih ada kesenjangan terhadap akses sumberdaya pada bidang pendidikan dan kesehatan serta ekonomi bahkan bidang strategis lainnya.(SB/Husni L)

Comments

Tinggalkan Balasan