Tahanan LP Kelas II A Labuhan Ruku Tewas, Keluarga Ngaku Pasrah

Senang Amin orang tua almarhum Jojon saat memeluk cucunya (F/SB.dok)

Sentralberita – Asahan | Muhammad Junaidi alias Jojon (37) warga Kelurahan Kisaran Naga Kecamatan Kota Kisaran Timur, tahanan narkoba di Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas IIA Labuhan Ruku tewas, pihak keluarga ngaku pasrah, Rabu siang (17/1) sekitar pukul 12.00 WIB.

Senang Amin (53) orang tua korban saat ditemui di rumah duka mengaku pasrah dengan kematian putra kedua dari enam bersaudara itu,”mau bagaimana lagi, Jojon panggilan akrab pria yang beberapa bulan yang lalu ditangkap Sat Narkoba Polres Asahan itu sudah tiada,”ungkapnya saat memulai pembicaraan dengan beberapa awak media.

Sebenarnya kami pihak keluarga sangat menyesalkan penangkapan awalnya, ungkapnya. Jojon saat itu belum sehat benar, karena belum sembuh betul dari sakitnya akibat kecelakaan lalulintas. Pada saat ada penggrebekan, orang kucar – kacir sedangkan Dia (Jojon,red) tetap berada ditempat, kemudian oleh petugas digelandang, dengan bermodalkan barang bukti yang ditemukan di sekitar lokasi akhirnya seperti ini.

“Saya sempat berusaha meyakinkan pihak Kepolisian saat itu jika Jojon baru mengalami kecelakaan, namun dengan modal surat keterangan dari rumah sakit, kasus Jojon tetap berlanjut,”ujarnya dengan nada kesal.

Devi Handayani Nasution istri almarhum Muhammad Jojon saat dikonfirmasi mengaku tak kuasa memberikan tanggapan atas meninggalnya suami tercintanya, “pasrah saja bang, kami orang kecil,”ungkapnya dengan menyeka airmatanya.

Saat ini kami hanya bisa pasrah, mau apa lagi Jojon sudah meninggal dan kondisi sebenarnya kami tidak tahu,” biarlah kasus yang sebanarnya Allah SWT yang mengetahuinya,”cetus pria yang mengaku sudah menandatangani surat pengambilan jenazah saat di LP Kelas II Labuhan Ruku itu.

Sementara menurut sumber dari LP Kelas II Labuhan Ruku, Muhammad Junaidi alias Jojon pada Selasa malam (16/1) dikelurkan dari dalam sel karena sakit dan mendapat perawatan Klinik dengan posisi kaki dirantai, kemudian pada Kamis pagi (17/1) Jojon mendapat tekanan dari petugas jaga karena dituding mau melarikan diri,”Jojon dianiaya petugas,”ujar sumber.

Terpisah, KPLP Kelas II A Labuhan Ruku  Partomuan Ritonga saat dikonfirmasi melalui selulernya membenarkan ada tahanan yang meninggal dunia karena sakit,”betul meninggal, namun karena sakit,”ujarnya.

Tahanan atas nama Muhammad Junaidi meninggal setelah dibawa ke Puskesmas Labuhan Ruku, sebelumnya sempat ribut dengan petugas karena yang bersangkutan memutuskan rantai kakinya, kata Partomuan singkat. (SB/sus)

 

Comments

Tinggalkan Balasan