RI Sudah Jadi Market Narkoba, Setiap Tahun Meningkat

Sentralberita| Medan~ Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta Bea Cukai terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyelundupan narkoba dari luar negeri. Pada awal tahun ini Dirjen Bea Cukai menggagalkan 30 kasus dengan barang bukti mencapai 120,7 kg.

“Januari saja yang sekarang ini belum selesai kita sudah melakukan 30 penindakan dengan jumlah yang sudah disita adalah 120,7 kilo. Ini menggambarkan bahwa tantangan kita bukannya akan menurun tetapi makin lama semakin meningkat,” ujar Sri di kantor Dirjen Bea Cukai, Jalan Ahmad Yani, Jakarta Timur, Jumat (19/1).

Data Dirjen Bea Cukai menunjukkan setiap tahunnya kasus penyelundupan narkotika terus meningkat. Sri mengungkap pada 2016 terjadi 286 penindakan, yang meningkat menjadi 325 kasus pada 2017. Sementara, jumlah barang bukti yang disita pada 2017 mencapai 2132 kg. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya, 1169 kg.

“Jadi meningkatnya hampir dua kali lipat ini menunjukkan bahwa Indonesia memang merupakan suatu target market. Kita tidak lagi menjadi tempat untuk pemindahan atau transit,” kata Sri.

Sri menuturkan narkoba memiliki dampak signifikan bagi perekonomian negara. Transaksi narkoba tidak dapat tercatat, padahal barang haram tersebut memiliki nilai harga.

“Mengganggu, karena narkoba underground economic illegal, sehingga tidak ter-capture yang jelas menggerus daya beli masyarakat. Dia membeli dengan barang-barang ini dan kemudian transaksinya tidak terekam,” kata dia.

Maka itu, Sri mengapresiasi kerja sama Bea Cukai dan para penegak hukum lainnya. Ia harap kerja sama terus dapat berlanjut agar mencapai Indonesia bebas narkoba.

“Karena itu koordinasi bersama-sama dengan BNN dengan Kapolri kepolisian dengan TNI dengan Kejaksaan semuanya menjadi sangat sangat penting karena Indonesia sekarang sudah menjadi pasar,” tukasnya.(SB/mc)

Comments

Tinggalkan Balasan