Pernikahan Dini Berdampak pada Gizi Anak

Sentralberita| Jakarta~ Maraknya pernikahan dini jadi persoalan berantai di Desa Grugu, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap. Pernikahan pasangan muda-mudi di bawah usia 20 tahun yang belum siap merawat anak berdampak pola asuh serta kesehatan anak.

Usia yang terlalu belia, belum jelasnya pendapatan ekonomi dan kompleksnya kehidupan rumah tangga jadi muasal terbengkalainya kehidupan anak.

Di desa Grugu, yang berpenduduk 4.000 jiwa serta merupakan daerah-daerah rawa, 6 balita ditengarai mengalami gizi buruk dan sejumlah lainnya gizi kurang. Persoalan ekonomi orangtua dan rendahnya pengetahuan orangtua dalam mengasuh anak ditengarai jadi penyebab.

Kepala Desa Grugu, Nasem bercerita pernikahan dini banyak dilakukan oleh remaja-remaja asal desanya sejak dua tahun terakhir. Sebab tak memiliki pekerjaan, umumnya si ibu lantas menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri dan si bapak merantau ke Jakarta menjadi kuli bangunan. Anak mereka yang baru lahir lantas ditinggalkan tanpa asupan Air Susu Ibu (ASI). Sedang susu formula sebagai pengganti tak mampu terbeli.

“Di sini ada juga yang enam belas tahun sudah menikah. Pasangan ini lalu sama merantau cari pekerjaan di luar negeri atau Jakarta. Anak diasuh kakek-neneknya,” ujarnya saat ditemui merdeka.com di kantor desa Grugu, Minggu (21/1).

Diasuh kakek neneknya, para balita tak mendapat pengasuhan secara optimal. Sebabnya pengasuhan terbagi dengan pekerjaan sebagai buruh tani di sawah. Persoalan gizi buruk atau gizi kurang yang dialami balita pun tak terhindarkan.

“Kalau pihak kesehatan sudah seringkali lakukan edukasi soal pengasuhan anak,” lanjutnya.(SB/mc)

Comments

Tinggalkan Balasan