Penjual Akik Saat Ini Hidup Segan Mati Tak Mau

Sentralberita|Lampung~ Belasan lapak penjual batu akik di Pasar Tengah Bandar Lampung, Sabtu (27/1) terlihat sepi pengunjung. Beberapa diantaranya menyibukkan diri menggosok batu yang dijual.

Sejak tren batu akik meredup, para penjual di Pasar Tengah Bandarlampung perlahan berkurang. Beberapa memilih profesi lain yang lebih menghasilkan. Sisanya bertahan berjualan batu karena hobi dan tidak ada pilihan.

Salah satu penjual yang masih setia menjajakan dagangannya adalah Uun Sansosi, 50. Uun mengaku bahwa tiga tahun ke belakang penjualan batu sedang lesu. Beberapa kawan-kawannya yang dulu juga berjualan memilih beralih profesi.

Ada yang menjadi pengemudi ojek online. Ada juga yang memilih pulang ke kampung. Kembali menjadi petani. “Kalau dulu setiap hari ada uang yang bisa dibawa pulang. Sekarang seminggu ada yang beli juga untung-untungan,” ungkapnya.

Uun mengaku tetap berjualan batu lantaran tak ada pilihan lain. “Pengennya usaha yang lain juga. Tapi kan butuh modal,” alasannya.

Hal serupa juga dirasakan Iskandar, 53. Ia mengatakan penghasilan penjualan batu tidak bisa diprediksi, apalagi sekarang tren batu akik sedang meredup. “Susah kalau ditanya penghasilan,” katanya.

Menurutnya peminat batu saat ini sudah sedikit jika dibandingkan saat sedang tren. “Dulu semua orang mau beli. Sekarang palingan cuman kolektor atau yang hobi saja,” ungkapnya.

Meski penjualan batu sedang lesu, Iskandar mengaku akan tetap berjualan. Hal ini lantaran dirinya adalah seorang kolektor batu. “Itung-itung hobi yang menghasilkan,” terangnya.

Kawasan Pasar Tengah Bandarlampung pada tahun 2014 sempat dibanjiri dengan penjual batu. Hampir setiap jengkal ada penjual yang menawarkan batu. Baik yang masih berbentuk bongkahan maupun yang sudah diasah. Namun kini setelah era batu akik selesai. Di Pasar ini hanya menyisakan belasan penjual batu yang tetap setia menunggu pelanggan. (SB/jpc)

Comments