OknumPolisi dan Tentara Bikin Resah Warga 

Sentralberita|Medan-oknum aparat  kepolisian berinisial S dan oknum militer  berinisial A dinlai sangat tidak layak jadi panutan.  Pasalnya, Kedua abang beradik ini menimbulkan keresahan warga Lingkungan IV dan V, Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur, pada malam pergantian tahun, Minggu (31/12/2017) kemarin.

S merupakan personel kepolisian yang berdinas Polsek Medan Labuhan, sementara adiknya A  adalah personel TNI, anggota Korps Polisi Militer (CPM) di Bogor.

Insiden itu terjadi ketika Brigadir Kepala (Bripka)  Smemperlihatkan sikap arogannya dengan memaki dan mengintimidasi seorang warga, Michael Nababan (22), yang sedang bermain kembang api bersama saudaranya.

Sindar datang marah-marah dan melarang bermain kembang api dengan alasan kembang api sengaja diledakkan di atas rumah orang tuanya.

Ironisnya, sebelum Michael bermain kembang api, keluarga S indar sudah lebih dulu berpesta kembang api.

Ibu Michael, Lisna Siahaan, yang kebetulan berada di dekat anaknya membantah hal itu dan mengatakan bahwa kembang api tidak ada diarahkan ke rumah orang tua Sindar.

“Diam kau! Kok jawab-jawab kau!” kata oknum polisi yang usianya terpaut jauh dengan Lisna, dengan sombongnya.

Usai memaki warga, Skembali ke rumah orang tua nya yang hanya berjarak 20 meter dari kediaman mertua Lisna.

Mengetahui anak dan istrinya diintimidasi oleh oknum intel Polsek Medan Labuhan itu, Sumuang Nababan, orangtua Michael pun emosi dan memaki Sindar. Bintara itu keluar rumah bersama saudaranya A  dan balik memaki-maki dan mengajak berkelahi.

A  pun memperlihatkan arogansinya dengan berteriak ke kerumunan warga, dengan mengatakan bahwa dia sudah pernah membunuh banyak orang di Papua.

Kabid Humas Poldasu AKBP Rina Sari Ginting yang dihubungi via WA sangat menyesalkan tindakan Sindar. Rina menyebutkan, anggota Polri tidak boleh arogan terhadap siapapun.. Kalau ada permasalahan yg dilakukan harusnya mencari akar permasalahan dan mencari solusinya.

Selain itu Rina juga menyarankan agar oknum itu dilaporkan saja kepada Kabid Propam dan kepada atasannya supaya di tindaklanjuti

“Saya sdh teruskan kepada Kapolres KP 3 Belawan dan akan dilidik,” tambah Rina.

Sementara, Kapendam I/BB Kolonel Edy Hartono yang dikonfirmasi mengenai tingkah oknum TNI-AD itu mengatakan, hal tersebut mestinya tdk perlu terjadi, mengingat permasalahannya cukup simple.

“Mas infokan saja ke Dansatnya utk menegur yang bersangkutan. Apalagi sebagai prajurit Sapta Marga mestinya mengayomi masyarakat,” katanya. (SB/01)