Kampung Selfie, Suatu Konsep Menghilngkan Kampung Kumuh di Medan Polonia

Sentralberita| Medan~Dikatakan Kampung Selfie, karena sejak kita berjalan di pintu masuk Selamat datang di Lingkungan I Kelurahan Anggrung, Kecamatan Polonia ini kita akan melawati kiri kanan dinding yang dilukis secara abstrak. Bahkan, atap rumah-rumah warga juga dicat dengan warna warni. Bagaimana ceritanya ?

“ Ide ini dari camat Kelurahan Anggrung Medan Polonia. Jadi kita meneruskan ide pak camat dengan dimotivasi oleh pak walikota Zulmi Eldin. Intinya kita harus berinovasi di Lingkungan kita sendiri yakni Lingkungan 1, Kelurahan Anggrung, Kecamatan Medan Polonia,” kata Camat Medan Polonia Muhammad Agha Novrian melalui Lurah Lingkungan 1, Kelurahan Anggrung, Kecamatan Medan Polonia, Ananda Sulung Lubis.

Konsep pak Camat ini tak lain tak bukan agar kampung ini bisa menghilangkan kesan kumuh. Dinding di cat warna warni dengan mengangkat thema mural seperti gambar 3 dimensi dan atap-atap diatas rumah warga di cat warna warni sehingga memikat orang melihatnya. Hanya butuh waktu 2 bulan lokasi ini sudah penuh cat warna warni,” cetus Ananda.

Selain itu mereka mencoba konsep tanaman di perkotaan. Warga diminta agar membuat apotik hidup di depan rumah masing-masing dengan memakai system hidroponik. Seperti keperluan kita sehari-hari misalnya tanam cabe, sawi, selada, kangkung dan lain-lain. Selama ini kan masih menggunakan model horizontal namun sekarang kita akan bikin model vertical,” ujar Ananda menjelaskan dalam waktu dekat mereka akan membuat Musholla di pinggir sungai.

Menurut Ananda, pihaknya merasa bersyukur dengan respon warga yang antusias. “ mereka malah berlomba-lomba mengecat atap-atap rumah mereka. Selain mengecat atap mereka juga menanam bunga di depan rumah. Kalau dulu rumah warga terlihat gersang namun kalau sekarang sudah banyak bunga dan tanaman sehingga menghilangkan kesan kumuh. Anak-anak jadi riang bermain dan gembira.”

Jargonnya dibikin Kampung Selfie biar bisa dijual ke warga Medan. “ Dalam waktu dekat kita ada program di Kampung Selfie ini misalnya festival tentang lingkungan dan kita bekerja sama dengan pihak terkait dan pemerintah.”

In Shaa Allah, kata Ananda, bulan enam nanti akan diadakan Grand Launching. Sebelumnya, ada 3 tahap yang dilalui. “ Saat ini kita menuju tahap ke dua. Tahap pertama yakni menghimpun warga serta memotivasi warga menanam dan itu sudah ada hasilnya.Tahap ke dua menyempurnakan lagi bentuknya dan tahap ke tiga untuk lingkungan dengan melakukan program apotik hidup, bank sampah dan itu semua sudah selesai dan 1 kampung sudah menikmati konsepnya semua.”

Kesimpulannya, Kampung Selfie ini mengubah efek efek lingkungan terhadap penduduk. “ Walau ide ini konsepnya kita contoh. Tapi, kalau mencontoh yang baik tentu tidak masalah. Apalagi konsep yang diterapkan dikampung ini terdorong dari ide teman-teman yang sudah bikin konsep sebelumnya terutama di Jawa.

“ Jadi saya berpikir kenapa tidak dibuat konsep seperti ini karena bagus dan kita buat pula seperti gaya kita sendiri. Apalagi manfaat dari tanam-tanaman itu setiap saat bisa menghasilkan. Gaya lingkungan pedesaan tapi lokasinya diperkotaan. Jadi bukan hanya enak di foto tapi masyarakat bisa menanam cabe markisa dan sebagainya di lahan yang sempit seperti ini,” cetus Ananda menambahkan ada sekitar 62 kepala keluarga dan 700 orang penduduk di lingkungannya.
( Debbi Safinaz )

Comments

Tinggalkan Balasan