Gara – Gara Hutang, Jiran Nekad Habisi Nyawa Tetangga

Jasad Andri Sabar Halewa saat akan diautopsi (F/SB.dok)

Sentralberita – Asahan | Kembali terjadi kasus penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa sesorang di wilayah hukum Polres Asahan, kali ini korbannya Andri Sabar Halewa (55) warga Pisang Binaya Dusun VIII desa Teluk Dalam Kecamatan Teluk Dalam.

Informasi dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Jumat malam (19/1) sekitar pukul 22.00 WIB di kediaman korban, tersangka Samsul (35) warga yang sama mendatangi rumah korban sambil marah – marah, karena tidak terima ditagih hutangnya oleh Andi Halewa (20) putra korban.

Pelaku yang sudah terbawa emosi langsung menyerang Andi Halewa dengan sebilah pisau hingga mengenai bagian kepalanya, mengetahui putranya diserang lalu korban Andri Sabar Halewa berusaha melerai dan saat itu juga pelaku menghujamkan pisaunya tepat dibagian dada hingga korban tersungkur.

Warga setempat yang mengetahui kejadian langsung memberikan pertolongan dengan membawa korban ke Puskesmas terdekat yang kemudian dirujuk ke RSUD HAMS Kisaran, namun sayang korban mengembuskan nafas terakhirnya diperjalanan, sementara pelaku berhasil kabur.

Hal itu dijelaskan Kapolsek Simpang Empat AKP Supiandi Nantoto, Sabtu (20/1) saat dikonfirmasi melalui selulernya.

Kasusnya sudah ditangani, sedangkan korban tewas saat ini sedang dilakukan autopsi ke RSUD Djasamen Saragih Kota Pematang Siantar guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Ketika ditanya apa motifnya, “sementara motifnya pelaku kecewa karena tidak terima hutangnya ditagih,”tegas orang nomor satu di Polsek Simpang Empat itu sembari mengatakan jika pelaku diduga sudah merencanakan perbuatanya sebab sudah membawa sebilah pisau saat mendatangi rumah korban.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Asahan AKP M Arif Batubara saat dikonfirmasi membenarkan jika kembali terjadi kasus penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia, pelaku sudah diketahui dan saat ini masih dalam pengejaran, begitu juga dengan kasus serupa yang terjadi di desa Bagan Asahan pihaknya sudah mengantongi sejumlah nama yang diduga mengetahui peristiwa itu.

Sementara untuk kasus pembunuhan di desa Air Putih Kecamatan Meranti pihaknya masih mendalami sebab tidak adanya saksi yang mengetahui kejadian, kami terus bekerja dan mohon dukungan agar ketiga kasus pembunuhan ini segera terungkap, tegasnya.(SB/sus)

 

Comments

Tinggalkan Balasan