Anggota DPRD Medan Pertanyakan Keberadaan MSDC

Sentralberita| Medan~ Keberadaan Medan Safety Driving Centre (MSDC) sebagai tempat kursus pendidikan mengemudi di Jalan Bilal dipermasalahkan anggota DPRD Medan. Pasalnya, banyak informasi masyarakat yang menyebutkan kalau warga sudah memiliki sertifikat dari MSDC.

Anggota DPRD Medan, Drs Godfried Effendi Lubis MM, Rabu (10/1) mempertanyakan,  kenapa tidak pihak Kepolisian saja yang buka tempat uji dan kursus kendaraan sehingga jelas dananya ke negara.

Izin MSDC dan hubungannya dengan kelancaran pengurusan SIM harus dipertanyakan agar jelas, sebab selama ini banyak mencuat tentang keberadaannya yang dinilai justru membuat masyarakat menjadi sulit mendapatkan SIM melalui prosedur yang ditetapkan, tegas Godfried.

Godfried meminta kepada inspektorat dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut masalah ini, agar jelas kenapa bisa pembuatan SIM mahal dan sulit di Kota Medan.

Sementara itu secara terpisah, Ketua Komisi A DPRD Medan Andi Lumban Gaol SH saat dikonfirmasi SIB menyebutkan, pihaknya Senin depan akan mengadakan rapat internal komisi untuk menyusun jadwal kerja. Setelah itu pihaknya akan memanggil Satlantas Polrestabes Medan untuk mempertanyakan mahal dan sulitnya pengurusan SIM, berikut dengan pengelola MSDC.

“Namun alangkah lebih baiknya kalau ada warga yang mengadu langsung ke DPRD Medan terkait mahal dan sulitnya pengurusan SIM di Medan,” ujarnya.

Politisi PKPI itu menyebutkan pihaknya kasihan melihat masyarakat kesulitan mengurus SIM yang harus mengeluarkan uang yang sangat mahal. Ini jadi tanggung jawab moral DPRD Medan kepada masyarakat.(SB/01)

Comments

Tinggalkan Balasan