Produksi Padi di Sumut Meningkat

Sentralberita| Tabagsel~Dihadapan para penyuluh dan mantri tani sekawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Sibolga di Kampus STAIN Padang Sidempuan, Kamis (21/12/2017), Erry menyampaikan pada tahun 2016, produksi padi meningkat sebesar 13,89% menjadi 4,6 juta ton GKG.

Tahun 2017 berdasarkan Aram II BPS hasil pertemuan di Yogyakarta meningkat 11,04% menjadi 5,1 juta ton GKG menjadikan Sumut diperingkat ke 5 nasional sebagai produksi padi terbesar di Indonesia.

Untuk jagung, tahun 2016 meningkat 2,5% sebesar 1.557.441 ton pipilan kering dan tahun 2017 mencapai 1.712.256 ton atau meningkat sebesar 9,94%. Serta untuk kedelai, tahun 2017 diproyeksikan mencapai 8.618 ton biji kering atau meningkat 70, 25%.

“Atas keberhasilan dan prestasi yang telah kita capai selama 3 (tiga) tahun saya menghimbau agar para penyuluh, koordinator BPP dan mantri tani agar meningkatkan sinergitas, kebersamaan dan kekompakan dalam memberhasilkan program upsus dilapangan, memperkuat sistem pelaporan tentang kemajuan program dilapangan terutama luas tambah tanan (LTT) harian serta tingkatkan pemanfaatan penggunaan IT dalam sistem pelaporan,Ujar Gubernur Sumatera Utara.

Kemudian kembangkan pola baru tanam perwujudkan swasembada pangan dan swasembada pangan yang berkelanjutan melalui pola olah tanah, tanam dan panen setiap hari.Optimalkan penggunaan alsintan, manfaatkan lahan kering atau tidur sehingga produktif, kembangkan tumpangsari padi ladang atau jagung di lahan pertanian, selalu meningkatkan kompetensi dan profesionalitas, meminimalisir alih fungsi lahan. Mencari terobosan dan inovasi baru untuk mewujudkan swasembada kedele dan bawang merah serta manfaatkanlah semaksimal mungkin kelengkapan kerja dalam meningkatkan kinerja dalam membimbing petani dan kelompok tani, ujar Erry. (SB/Husni L)

Comments

Tinggalkan Balasan