Penerbangan Citilink Tertunda, Dugaan  Pengaruh Narkoba

Sentralberita|Jakarta~ Penerbangan Citilink QG 885 rute Batam-Kualanamu, Jumat (22/12/2017) mengalami penundaan selama tiga jam. Hal itu lantaran pilot berinisial AK disebut berada dalam pengaruh narkotika. Pihak Citilink memberi tanggapan.

Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia Benny S Butarbutar mengatakan, saat hendak terbang, AK memang dalam kondisi flu. Ia juga melengkapi pernyataan itu dengan keterangan berupa surat dokter.

“Laporan yang kami terima, pilot dengan inisial AK memang sedang flu dan dilengkapi dengan surat dokter yang sah, dan juga sudah ditunjukkan ke tim Polda Riau di Batam. Jadi belum ada bukti kuat konsumsi narkoba, tapi obat flu dengan kandungan dextromethorphan,” ujar Benny dalam pernyataan yang diterima detikcom, Sabtu (23/12/2017).

Benny mengatakan saat ini AK masih dalam pemeriksaan terkait apakah benar ia mengkonsumsi narkoba. Nantinya, jika terbukti menggunakan barang haram tersebut, pihak Citilink akan melakukan tindakan tegas.

“Pemeriksaan awal tersebut masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan guna memastikan indikasi narkoba, dan itu butuh dua minggu. Masih dugaan. Sudah menjadi komitmen manajemen Citilink Indonesia sebagai maskapai bebas narkoba. Jika (pilot) terbukti benar terindikasi narkoba, akan ada tindakan tegas,” kata Benny.

“Sikap Citilink Indonesia dalam insiden ini adalah kooperatif. Langkah cepat yang diambil Citilink sekaligus menunjukkan komitmen yang kuat dari manajemen dalam memerangi penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya. Citilink telah memiliki komitmen dengan BNN untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif lainnya,” lanjutnya. (SB)

Comments