Pasutri ini Buat Terompet Berbagai Jenis Untuk Pergantian Tahun

Sentralberita| Medan|Rusli (64) bersama isterinya Misna (61) sudah 21 tahun menekuni usaha membuat terompet. Momen pergantian tahun pun selalu ditunggu pasangan ini.

Biasanya mereka selalu mendapat pesanan dengan ribuan terompet. Namun, dua tahun belakangan, usaha mereka mengalami penurunan. Tak kekurangan akal mereka kemudian berkreasi membentuk aneka macam terompet.

“Ada terompet berbagai jenis yang dibuat. Jenis terompet biasa, naga, Hello Kitty, Marsha, Pokemon, kobra, becak dan sepeda,” kata Rusli di rumahnya, Jalan Pelajar Timur, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Rabu (27/12/2017).

Rumah itu pun dipenuhi beragam kertas aneka warna yang digunakan sebagai bahan baku membuat terompet. Untuk membuat aneka terompet, pasangan suami isteri ini dibantu oleh anaknya.

Pria yang sehari-harinya menarik becak ini menuturkan tahun ini keluarganya mendapat pesanan mencapai 10 ribu terompet. Pesanan ini, kata dia merosot dari tahun sebelumnya.

“Untuk Natal, dan Tahun Baru, pesanan terompet merosot sekitar 25 persen. Yang paling banyak dipesan jenis terompet biasa. Selain itu, ada juga terompet model becak dan sepeda, pembuatannya cukup rumit,” ujar Rusli.

Rumah di jl Pelajar Timur, Binjai itu jadi bengkel kerja Rusli dan Misna membuat terompetRumah di jl Pelajar Timur, Binjai itu jadi bengkel kerja Rusli dan Misna membuat terompet (Foto: Jefris Santama/detikcom)
Bapak 12 anak ini menjelaskan, pelanggannya tak hanya berasal dari Medan. Namun, ada yang dari Tapanuli Selatan hingga Labuhanbatu. Semua terompet yang selesai dibuat kemudian diantar melalui bus.

“Kami menerima pesanan mulai bulan November. Ini berawal saat kami jualan terompet (milik orang lain). Kemudian terpikir untuk belajar dan membuat usaha sendiri,” terangnya.

Rusli tak mau menjawab ketika ditanya harga jual terompet yang ia buat. Yang jelas, usahanya itu cukup untuk membayar sewa rumah, dan membiayai anak-anaknya sekolah.

“Kami mengerjakannya mulai pagi hingga malam. Untungnya (hasil penjualan) bisa dapat sewa rumah dan biaya anak sekolah, sudah cukup. Anak saya yang sekolah satu lagi, dia kelas 2 SMK di Medan,” katanya.

Sepekan sebelum Tahun Baru ini dia masih bisa menerima pesanan terompet. Dia menargetkan seluruh pesanan bisa ia selesaikan akhir Desember ini.

“Untuk saat ini, masih bisa terima pesanan. Target selesai mengerjakan terompet ini ya akhir bulan ini harus terselesaikan,” tukas Rusli. (SB/dtc)

Comments

Tinggalkan Balasan