DPRD Medan Bertekad Fokus Perjuangkan Nasib Guru Honor

Surianto SH

Sentralberita|Politisi Gerindra, Surianto SH mengatakan, sudah selayaknya pahlawan tanpa tanda jasa yang berstatus honorer diberikan perhatian yang lebih oleh Dinas Pendidikan atau Pemko Medan. Pasalnya, tugas dan tanggung jawab yang diemban mereka (honorer, red) tidak jauh berbeda dengan tenaga pendidik lainnya yang berstatus PNS.

“Tugas sama, kewajiban mereka (honorer, red) juga sama, yakni mencerdaskan anak bangsa. Jadi, tidak salah jikalau Pemko Medan memberikan penghargaan lebih kepada guru honor. Masih banyak guru honor yang menerima gaji atau penghasilan jauh di bawah Upah Minimum Kota (UMK),” ungkapnya, Rabu (6/12).

Butong sapaan akrab pria yang duduk di Badan Anggaran DPRD Medan ini merinci, di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) jajaran Pemko Medan banyak tenaga honor yang menerima gaji standart UMK. Namun banyak yang tidak mengetahui apa tugas pokok dan fungsinya di dinas tersebut. Berbeda dengan guru honor yang ada di SD Negeri maupun SMP Negeri. Tanpa perintah, mereka sudah tahu apa tugasnya.

“Nah, tidak salah jika untuk anggaran 2018 hingga ke depan, kita fokus pada memperjuangkan masa depan guru honor. Mereka juga manusia, butuh keinginan dasar yang harus mereka penuhi. Jangan anggaran Pemko Medan habis, hanya untuk menggaji honor-honor yang kurang jelas tupoksinya,” sindir pria yang juga pernah menjabat Ketua Komisi B DPRD Medan ini.

Surianto mengakui jika nantinya anggaran yang dimiliki Pemko Medan tidak akan cukup untuk menggaji seluruh guru honor yang ada. Akan tetapi masih bisa disesuaikan dengan kemampuan keuangan Pemko Medan. Begitupun ia mengingatkan agar dinas terkait memverifikasi guru honorer yang ada.(SB/Husni L)

Comments

Tinggalkan Balasan