Munas KAHMI Diminta Jangan Ribut-Ribut

Sentralberita| Medan~Pangdam I/BB Mayjend TNI Cucu SomantriCucu Somantri menjelaskan, untuk pengamanan Presiden sendiri mereka tetap menjadi pihak yang bertanggung jawab. Dalam kegiatan ini pihaknya menurunkan 1200 pasukan gabungan TNI-Polri. Nantinya, seluruh personel akan mengamankan mulai jalur kedatangan hingga lokasi yang dikunjungi presiden dan wakil presiden. Beberapa penembak jitu disebar diseputaran lokasi Munas tersebut.

“Itu bagian dari prosedur tetap. Pokoknya kita untuk pengamanan VVIP ini sudah komprehensif,” ujarnya,Kamis (16/11/2017)usai Apel Gelar Pasukan Pengaman VVIP di Lapangan Merdeka Medan,

Pangdam I/BB Mayjend TNI Cucu Somantri meminta agar seluruh peserta Musyawarah Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI) ikut menjaga ketertiban saat berlangsungnya kegiatan tersebut di Medan. Imbauan ini disampaikannya mengingat kegiatan tersebut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Selaku pihak yang mengundang presiden, ia berharap KAHMI juga ikut berperan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan presiden.

“Ini untuk pembukaan Munas KAHMI. Kan KAHMI yang mengundang Presiden. Kita harapkan yang mengundang juga ikut mengamankan. Baik fisik dan berita. Justru jangan ribut-ribut di media. Yah” usai Apel Gelar Pasukan Pengaman VVIP di Lapangan Merdeka Medan,

Sebelumnya, penolakan terhadap kedatangan Jokowi yang membuka Munas Kahmi di Medan marak diperbincangkan. Penolakan itu justru datang dari Alumni HMI.

Muhammad Sahbana, Alumni HMI Cabang Medan mengatakan, kedatangan Jokowi berdampak negatif pada perjuangan alumni HMI dalam menentang zalimnya rezim pemerintah.

“Kehadiran Jokowi di Munas KAHMI justru dapat menimbulkan respon yang kontra produktif bagi perjuangan para aktifis alumni HMI yang saat ini sedang berjuang bersama ummat Islam lain menentang kezholiman rezim ini. Apakah dengan mendekatnya KAHMI lantas berbagai kepentingan ummat Islam dapat disuarakan, didengar dan dipenuhi? Sepertinya jauh panggang dari api,” kata Sahbana (SB/01)

Comments

Tinggalkan Balasan