Reses HM Nezar Djoeli: “Jika masih ada oknum BPJS Kesehatan berbuat nakal, laporkan pada saya”

Reses HM Nezar Djoeli, ST masyarakat sampaikan curahan hati (ist)

Sentralberita| Medan~Politisi Partai Nasdem,H.M. Nezar Djoeli, ST reses di Kecamatan Medan Kota di Jl.Armada Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, Rabu sore (4/10/2017). Reses tersebut dimanfaatkan warga untuk mencurahkan isi hati (Curhat) dan melaporkan berbagai masalah kepada anggota Komisi E DPRD Sumut itu.

Berbagai masalah disampaikan warga, mulai dari masalah WC Umum, lampu jalan, KTP,KK hingga BPJS. Warga berharap, masalah yang mereka hadapi dapat diselesaikan.

Soal layanan BPJS Kesehatan, warga melaporkan adanya perlakuan oknum di RS rujukan yang kurang simpatik dan tak memberi layanan maksimal. Namun Nezar Zjoeli meminta warga tak perlu risau, sebab itu hanya ulah oknum saja.

“Jika masih ada oknum BPJS Kesehatan berbuat nakal, laporkan pada saya. BPJS itu memiliki organisasi yang baik, akan memecat pegawainya yang tak mendukung misi layanan yang baik”, katanya.

Bahkan dia menyarankan jika RS tertentu bersikap nakal, pindah saja ke RS yang lebih baik dan beradab. “Jika ada masalah BPJS laporkan pada saya, di Medan ini ada RS kawan kita yakni RSU Sari Mutiara, semua akan beres”, ujarnya seraya memperkenalkan Direktur RSU Sari Mutiara dr. Tuahman Fr. Purba, M.Kes, Sp.AN yang hadir dalam reses itu.

Khairuddin Tanjung, warga Teladan Barat, mengharapkan agar lampu –lampu jalan di kawasan penduduk dapat dinyalakan. Karena selain rawan tindak kriminal, padamnya lampu jalan membuat pemukiman kurang indah.

Khairuddin Tanjung juga mengadukan soal pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik dan Kartu Keluarga (KK), di Dinas Dukcapil dirasakan sangat lama dan antriannya sangat panjang.

Warga meminta pengurusan KTP dan KK dikembalikan ke Kantor Camat, agar dekat dengan tempat tinggal penduduk.

Terungkap dalam pertemuan, rencana PT Kreta Api Indonesia (KAI) memfungsikan kembali jalur KA Medan – Deli Tua, mulai meresahkan warga. Karena selama ini, jalur lintasan kreta itu telah dijadikan warga sebagai tempat tinggal.

Warga berharap, kalaupun suatu saat rel KAI itu akan difungsikan kembali, mohon agar nasib warga yang mendiami kawasan Daerah Pinggir Rel (DPR) diperhatikan.

Seperti disampaikan Nurasiah, ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Kelurahan Teladan Barat. Katanya, kini telah ada informasi akan dilakukan penggusuran terhadap semua rumah yang ada di sana.

Karenanya, kepada Nezar Djoeli sebagai wakil mereka di DPRD Sumut, warga memohon agar dicarikan solusi. Warga bersedia pindah jika memang PT KAI akan memfungsikannya kembali, namun warga berharap jangan dibuat makin susah.

Dalam reses itu terungkap, ternyata di kawasan Kelurahan Teladan Barat masih ada warga yang menggunakan WC Umum. Belum semua rumah memiliki pasilitas Mandi Cuci dan Kakus (MCK), karena kondisi ekonomi warga yang tidak merata.

“Kami masih menggunakan WC Umum pak, tolong lah dibantu. Rumah kami juga masih sering banjir, jika hujan kami harus menguras air”, kata Desi, salah seorang ibu rumah tangga saat menyampaikan keluhannya kepada Nezar Djoeli.

Untuk kasus WC Umum ini, Nezar Djoeli langsung menyampaikannya kepada Sekcam Medan Kota dan Kepling Gg.Jawa, Widodo, yang hadir dalam reses itu untuk mendatanya. Karena, kata dia, program pemerintah untuk ini sudah ada, sehingga seharusnya tidak lagi menjadi masalah.

Nezar Djoeli berjanji akan menindaklanjuti semua aduan warga. Untuk aduan yang menjadi wewenang Provinsi akan ditindak lanjuti di tingkat provinsi. Sedangkan yang menjadi wewenang Pemko Medan, akan ditindaklanjuti di tingkat kota Medan.

“Sesuai dengan tugas dan fungsi yang ada pada kami, semua keluhan masyarakat akan saya suarakan. Akan saya cakapkan agar pemerintah segera merealisasikan”, katanya.(SB/husni l)

Comments

Tinggalkan Balasan