Menuntut Diangkat Calon PNS, Isak Tangis Guru Mewarnai Unjuk Rasa

Sentralberita| Medan~”Terpujilah wahai engkau, ibu bapak guru. Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku,” hymne guru ini dinyanyikan serentak oleh ratusan guru honor saat berdemo di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (25/10/2017).

Bahkan saat menyanyikan lagu itu, sebagian guru sesenggukan dan larut dalam kesedihan. Isak Tangis mewarnai unjukrasa menuntut rasa keadilan ratusan guru yang tergabung dalam Forum Komunikasi Guru Honor (FKGH) dari enam kabupaten/kota, yakni Medan, Sergai, Langkat, Batubara, Madina dan Deliserdang ini menuntut segera diangkat jadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Kami bukan budak pendidikan, kami ingin kesejahteraan. Kami juga ingin anak kami sekolah lebih tinggi dari kami. Tolong
pak, tolonglah kami,”teriak seorang guru berjilbab sembari berurai airmata.

Koordinator aksi, Fakhrul Lubis dalam orasi menyatakan, apresiasi atas perjuangan DPRD Sumut terhadap penyelesaian honorer
K2 dengan terbukti pengangkatan sebagian honorer K2 menjadi PNS tahun 2013.

“Jadi kita minta DPRD Sumut kembali menyelesaikan untuk pengangkatan honorer K2 yang tersisa untuk menjadi PNS,” ujarnya.
Karena guru honorer K2 yang tersisa bukan karena ketidakmampuan dan kualitas. Tapi sampai saat ini pemerintah tidak pernah
mengumumkan hasil seleksi honorer K2 pada tahun 2013 dan pemerintah tidak memenuhi janji untuk memberikan apirmasu kepada
honorer yang tua dan lama bertugas. Sehingga hari ini kebanyakan guru honorer berusia di atas 35 tahun dan telah lama
bertugas.
“Ini tidak adil kami minta DPRD Sumut untuk sungguh-sungguh memperjuangkan nasib honorer K2. Selanjutnya DPRD Sumut untuk
melanjutkan aspirasi ini ke komisi II DPR RI panja revisi UU ASN, Menpan RI,” tukasnya.

Mendengar aspirasi massa, Sutrisno Pangaribuan, anggota DPRD Sumut berjanji akan meneruskan tuntutan guru melalui
paripurna. “Kami akan meneruskan tuntutan para guru honor di paripurna nanti,”ujar politisi PDI Perjuangan ini. (SB/husni l)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.