Mengerikan! Jembatan Sicanang Rusak, Pengendara Jatuh ke Laut

Inilah jembatan yang sangat berbahaya bagi pengendera (F-SB/Lin)

Sentralberita| Medan~Kondisi jembatan Sicanang sangat memprihatinkan. Hampir setiap hari terjadi kecelakaan lalu lintas di kawasan itu sehingga menelan korban.

Seperti yang terjadi Senin (9/10/2017). Seorang pengendara kereta (sepeda motor) jatuh ke aliran laut titi dua (jembatan) Sicanang saat melintasi jembatan penghubung Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan.
Pengendara kereta tersebut jatuh ke bawah jembatan, lantaran kenderaan yang ditumpanginya  terperosok saat angkot didepannya tidak dapat menanjak melintasi jembatan.
Sidauruk supir angkot  jurusan Sicanang Belawan menuturkan, saat dia hendak membawa angkotnya dan melintasi titi dua tersebut, angkotnya tidak dapat naik.
“Saat angkot mau naik, tiba-tiba angkotnya tidak dapat berjalan, hal ini disebabkan besi yang menahan titi dua Sicanang tidak lagi pada posisinya. Sehingga angkotku mundur dan menabrak beberapa kereta yang ada di belakang angkot dan satu orang jatuh ke laut”, ujarnya.
Lanjut Sidauruk, untung saja kereta yang lain menahan angkotku, kalau tidak angkotku yang terjun ke laut itu.  Jembatan menggunakan besi, namun di beberapa bagian samping kanan dan kiri serta tengah, sudah banyak yang rapuh. Akibatnya rawan terjadi kecelakaan bila melintasi jembatan tersebut.
“Sudah banyak sepeda motor yang terperosok, yang lalu saja sudah ada korban yang jatuh karena sudah banyak lubang-lubang   jembatan sudah rusak dan rapuh,” ujar Sidauruk.
Menanggapi itu, anggota DPRD Medan Landen Marbun menyayangkan dan menyesalkan kondisi tersebut. Menurutnya, semestinya warga tidak perlu menjadi korban jika penanganan cepat bisa dilakukan dengan kembali membangun titi dua Sicanang tersebut. “Akibat lambannya penanganan titi dua Sicanang rusak itu membuat warga menjadi korban karena ada yang jatuh ke laut,” sesal Landen Marbun.
Landen juga mempertanyakan kinerja Dinas PU Medan, yang selama ini dianggap lalai dalam melakukan pemeliharaan jembatan-jembatan yang rusak. Faktanya, titi dua itu sudah mengalami retak-retak sebelum ambruk tapi dinas sepertinya tidak responsif. Seharusnya sudah dikerjakan dan selesai pekerjaannya. Sebab, saat ini sudah akhir tahun anggaran, tapi kenapa hingga kini pekerjaan tersebut belum juga selesai dikerjakan,  tanya anggota dewan Dapil V ini.
“Dari awal, kami sudah khawatir dengan cara kerja mereka, dan kami sangat menyesalkan kejadian ini. Saya minta Pemko Medan agar serius menangani titi dua Sicanang. Dan Pemko Medan harus  bertanggung jawab terhadap korban”, pinta Ketua Fraksi Hanura tersebut.
Lanjutnya, saya berharap agar Pemko Medan segera berkoordinasi dengan pemenang tender, dan mendesak Dinas PU Medan agar melihat progres yang baik di titi cadangan Sicanang agar tidak membahayakan masyakat. Karena,  titi dua Sicanang itu sangat vital bagi warga sebagai sarana transportasi.(SB/Lin)

Comments

Tinggalkan Balasan