Kemenangan PSMS 1-0 Atas Persita Berakhir Bentrok, Belasan Fans Persita Masuk Rumah Sakit

PSMS Medan menang 1-0 pada babak 16 besar, namun kedua sporter berakhir bentrok, sehingga belasan masuk rumah sakit

Sentralberita| Cibinong~ Kemenangan PSMS Medan 1-0 pada laga terakhir Babak 16 besar Grup B kompetisi Liga 2 di Stadion Mini Cibinong, Bogor, Rabu (11/10) sore berakhir bentrok antara dua kelompok suporter.

PSMS meraih kemenangan tipis 1-0 berkat gol yang diciptakan Gusti Sandria. Kekalahan Persita membuat pendukungnya turun ke lapangan untuk melakukan protes kepada tim kesayangannya. Protes itu menjadi berlebihan ketika sejumlah suporter melakukan provokasi ke arah suporter PSMS.

Puluhan fans sepakbola dari kubu Laskar Benteng Viola (LBV), Kabomania dan PSMS Medan jadi korban amuk ratusan “suporter berseragam” dari kubu PSMS Medan.

Bentrok pun tak bisa dihindari. Pendukung PSMS dengan tanpa ragu mengejar pendukung Persita hingga ke luar stadion. Sejumlah suporter Persita jadi korban pengeroyokan dan dikabarkan beberapa suporter wanita sampai ada yang pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Sebanyak 19 fans Persita dirawat di IGD RSU Cibinong. Tiga diantaranya harus menjalani rawat inap karena mengalami patah tulang dan mengalami memar di bagian kepala dan robek akibat dikeroyok oknum suporter berseragam hijau.

“Saat ini dari 19 suporter yang mengalami luka 4 menjalani rawat jalan dan 3 harus dirawat inap dan sisanya boleh pulang. Kebanyakan yang diperbolehkan pulang adalah mengalami luka robek dan pecah karena dipukuli oknum suporter berseragam dan terjatuh saat berusaha keluar dari dalam stadion,” beber Sondang Emir Panjaitan, Security Officer Persita

Pelatih kedua tim, Djadjang Nurdjaman dari PSMS dan Bambang Nurdiansyah dari Persita menyayangkan kericuhan yang terjadi di akhir laga. Keduanya merasa heran dengan bentrok yang terjadi, padahal kedua tim bertanding dengan baik tanpa ada keributan.

“Sangat disayangkan. Padahal, awalnya aman-aman saja. Suasana di lapangan tadi sangat kondusif. Kenapa harus ada hal-hal yang tidak diinginkan. Kadang ini yang membuat penonton bersikap tidak terkontrol,” ujar Djadjang Nurdjaman.

Kepala Bagian Operasi Polres Bogor, Kompol Faisal Pasaribu, menegaskan jajarannya sudah mengerahkan 300 personel pengendali massa untuk mengamankan pertandingan. “Kami sudah berhasil membubarkan keributan antarsuporter ini,” ujar Faisal.

Kapolsek Cibinong, Kompol Hida Tjahyono, menyebut akan ada evaluasi menyeluruh dari semua pihak dari keributan yang muncul dalam pertandingan antara dua tim yang bukan berasal dari Bogor itu.

Kompol Hida menyebut sudah berusaha melakukan tindakan pencegahan sebelum pertandingan dimulai untuk mengurangi risiko. Namun, ternyata keributan tetap tak bisa dihindari.

“Kami bertugas mengamankan pertandingan ini, untuk ke depannya larangan menggelar pertandingan bukan domain kami. Yang pasti semua akan dievaluasi. Pertimbangan kali ini bukan tim dari Bogor yang bermain, jadi bukan polisi saja, tapi dari Dispora dan Pemda akan diminta sikapnya sehingga ada hasil kesimpulan dari semua pihak,” ujar Hida.(SB/01/b.c)

Comments

Tinggalkan Balasan