Anggota DPRD Medan Minta Bersabar Terkait Perbaikan Jalan dan Dranase

Anggota DPRD Kota Medan, Adlin Tambunan, meminta warga Kota Medan bersabar terkait dengan perbaikan jalan dan drainase yang saat ini tengah gencar-gencarnya dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

“Dalam setiap proses pembangunan, tentunya membuat suasana kota menjadi kurang mengenakkan bagi kita. Dimana perbaikan jalan dan drainase mengganggu aktifitas warga. Karena itu, sebagai warga kota yang baik, marilah kita sama-sama bersabar hingga proses pembangunan ini selesai dan kondisi jalan kembali normal seperti biasanya,” kata Adlin , Rabu (18/10).

 Di satu sisi, lanjut politisi Partai Golkar itu, kita harus bersyukur karena saat ini berbagai program pembangunan sedang giat-giatnya dilaksanakan di Kota Medan. Ini jelas pembuktian Walikota Medan Dzulmi Eldin, dalam komitmennya membangun kota dengan segenap kemampuan yang ada.

Bahkan, imbuh Adli Tambunan, bukan sekedar dukungan, tapi pengorbanan yang tulus juga sangat dibutuhkan demi mensukseskan semua program pembangunan kota yang sedang dan akan dilaksanakan Walikota Medan.

Jadi, kita harus sama-sama memaklumi dengan kondisi saat ini. Itulah programpembangunan. Butuh kesabaran yang kuat dari masyarakat menghadapinya. Jadi, mari kita tunggu hasil pekerjaan yang tentunya bermuara kepada kesejahteraan masyarakat sendiri,ujar Adlin.

Ia mengatakan, akibat pengerjaan proyek yang cukup padat dan serentak dilakukan, memang telah menimbulkan berbagai keadaan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat, misalnya jalan macet, genangan air dan berbagai keadaan yang memperlihatkan betapa kumuhnya Kota Medan saat ini.

 Namun Adlin menyayangkan jika keadaan ini dimanfaatkan pihak tertentu yang diduga tidak menerima ini dengan sebaik-baiknya, sehingga saat ini muncul pendapat miring terkait dampak dari proyek pembangunan jalan dan drainase yang tengah dikerjakan sekarang di hampir seluruh kota.

Alhasil, Walikota Medan Dzulmi Eldin justeru menjadi sasaran kemarahan warga akibat terganggunya aktifitas pengguna jalan. Antara lain, Pemko dituding lemah, khususnya Dinas PU yang kurang melakukan sosialisasi terhadap jenis pekerjaan yang telah, sedang dan akan dilakukan.

Seharusnya, kata Adlin, kita juga memandang sisi positif dari pengerjaan yang mungkin membutuhkan waktu yang panjang dalam pengerjaannya. Tentunya, untuk semua itu, selaku warga yang baik, kita harus menunggu dengan sabar dan mengawasi secara aktif serta ikut berpartisipasi membantu pemerintah agar bisa melaksanakan pekerjaan pembangunan ini dengan baik dan tepat waktu.

 “Ibarat kita memperbaiki atau merehab rumah kita, pasti kondisi rumah kita agak berantakan. Pasti tidak senyaman sebelumnya. Misalnya letak perabot rumah yang berantakan, banyak debu dan sebagainya. Namun begitu perbaikan dan rehab selesai, kita menikmati hasil yang bagus dan merasa puas,” kata Adlin.

Menurut dia, untuk menata kota dengan pembangunan yang sedang dilakukan, butuh pemikiran dan enerji yang prima. Vonis bersalah atas keadaan semraut saat ini di berbagai badan jalan di kota ini, bukan salah siapa-siapa, ini adalah resiko kita membangun.

  “Jangankan membangun kota, membangun rumah kita sendiri saja pun akan terlihat berantakan. Untuk itu kita tentu butuh kesabaran, bahkan dukungan dalam merawat, menjaga dan mengawasi pembangunan tersebut,” tegasnya.

 Jadi, imbuh Adlin, sudah selayaknya seluruh warga dan segenap elemen masyarakat Kota Medan berterimakasih dan mendukung program pembangunan yang dicanangkan Walikota Medan saat ini. “Kita beryakinan semua program pembangunan itu tentunya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya (SB/husni l)

Comments

Tinggalkan Balasan