Soal Proyek di Asahan Gunjang Ganjing, DPRD Dituding Monopoli

Gambar salah satu proyek pembangunan di Kabupaten Asahan. (F/SB.dok)

Sentralberita – Asaha | Hampir setiap tahun soal preoyek yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Asahan menyisakan cerita tidak sedap, pasalnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dituding memonopoli.

Penelusuran Sentralberita.com, dibeberapa Organisasi Prangkat Daerah (OPD) yang memiliki anggaran belanja tidak langsung mengaku banyak dikuasai oleh anggota DPRD. “ punya anggota dewan “, ungkap beberapa OPD saat dikonfirmasi.

Menurut sumber dilapangan ada beberapa oknum anggota DPRD Asahan yang memainkan peran sebagai penyandang dana dan memiliki peran penting dalam mendapatkan sejumlah proyek di sejumlah OPD atau dengan kata lain memiliki anak main.

Penggiringan yang dilakukan anggota dewan mulai pengusulan pada saat melakukan reses di daerah pemilihan (dapil) masing – masing hingga penetapan di masing – masing OPD dirasa mencederai sebab mereka sebagai lembaga kontrol.

Hal itu dikatakan, AF Dinur salah seorang pemuda di kota Kisaran, Sabtu (30/9) saat berdialok dengan Sentralberita,com, “ aneh jika mengikuti perkembangan isue proyek yang merebak di Kabupaten Asahan, lembaga kontrol dialamatkan oleh OPD sebagai biang yang memonopoli proyek “, pungkasnya.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Asahan H Benteng Panjaitan SH saat dikonfirmasi beberapa waktu yang lalu dengan tegas mengatakan tidak ada anggota DPRD yang menguasi proyek pembangunan sebab bukan merupakan tugas pokok dan pungsinya.

DPRD merupakan lembaga kontrol bukan selaku eksekutor dalam pengerjaan proyek di Kabupaten Asahan, “ coba saja dicek, biar saya tahu siapa yang jadi pemain proyek “, tegas H Benteng Panjaitan saat itu.(SB/susilawadi).

 

 

Comments

Tinggalkan Balasan