PD MABMI Asahan Priode 2017 – 2021 Terpilih, Febriandi SE Ketua…

Sekjen PB MABMI Sumut foto bersama dengan pengurus PD MABMI Asahan usai Musda di Balai Resto Raja Bahagia Tanjungbalai.(F/SB.dok)

Sentralberita – Asahan | Pengurus Daerah Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PD MABMI) Kabupaten Asahan masa bhakti 2017 – 2021 terpilih, dengan terpilihnya Febriandi SE sebagai ketua maka Drs H Sofyan MM tidak lagi berhak menggunakan segala bentuk atribut serta melaksanakan kegiatan yang berbau budaya melayu.

Hal itu disampaikan OK Muhammad Rasyid SE selaku Sekretaris terpilih PD MABMI Asahan priode 2017 – 2021 kepada Sentralberita.com, Minggu (6/8), terpilihnya kepengurusan PD MABMI masa bhakti 2017 – 2021 melalui Musyawarah Daerah (Musda) PD MABMI Ke IX yang diadakan pada tanggal 3 Agustus 2017 bertempat di Balai Resto Raja Bahagia Kota Tanjungbalai, jelas OK Rasyid.

Musda Ke IX yang diikuti 13 Pengurus Anak Cabang (PAC) MABMI dihadiri oleh Sekretaris PB MABMI Sumatera Utara Prof Wan Syaifuddin M.A. Ph.D dan Bendahara H Fadlan SE, secara aklamasi menghasilkan kepengurusan baru menggantikan kepengurusan lama yang sudah berakhir pada tahun 2016.

Kepengurusan lama priode 2012 – 2016 yang dipimpin oleh Drs H Sofyan MM yang berakhir pada September 2016 tidak melaksanakan Musda sehingga PB MABMI Sumut mengeluarkan mandat kepada tujuh tokoh pemuda Melayu untuk melaksanakan Musda dan Musda menghasilkan kepengurusan baru dengan Ketua Febriandi SE, Sekretaris OK Muhammad Rasyid SE, bebernya.

Sementara Febriandi SE selaku ketua terpilih saat dikonfirmasi melalui selulernya menegaskan, kepengurusanya terpilih secara aklamsi dihadiri oleh 13 PAC MABMI, ” MABMI kedepan tidak hanya terpokus dengan kegiatan adat dan budaya, namun akan lebih mengedepankan kegiatan secara komunal “, tegas Febriandi.

Secara adat dan budaya, Kabupaten Asahan ini merupakan tanah melayu yang merupakan daerah kesultanan Asahan, jadi dimana itu tahan ulayat itu berada, ” PD MABMI Asahan kedepan selain menumbuh kembangkan adat dan budaya Melayu, juga akan menggali hak tanah ulayat yang merupakan hak komunal masyarakat Melayu “, pungkasnya.

Terpisah salah seorang tokoh Melayu Kabupaten Asahan DTM Dahrumsyah menyambut baik dan mengucapkan selamat kepada tokoh – tokoh muda Asahan yang dipercaya memimpin MABMI Asahan priode 2017 – 2021, ” gali adat dan budaya Melayu yang mulai memudar untuk dibesarkan di tanah kesultanan Asahan “, ujar DTM Dahrumsyah.(SB/susilawadi)

Comments