Jalinsum Desa Siamporik  Labura Banjir, Debit Air Sungai Terus Meningkat

Tingginya intensitas hujan membuat Jalinsum Desa Siamporik, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura digenangi air (F.SB/wandi)

Sentral Berita |Labura~Hujan yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) menyebabkan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Siamporik, Kecamatan Kualuh Selatan, tepatnya Km 262-263 dan Jalinsum Desa Terang Bulan, Kecamataan Aek Natas banjir, Senin (14/8/2017).

Akibatnya arus lalu lintas macet namun laju kendaraan berjalan perlahan dari dua arah, Rantauprapat-Kisaran maupun sebaliknya.
“Lokasi ini memang rawan banjir ketika hujan deras. Tingginya air sekitar 20 senti. Selain dataran rendah, drainase air tidak cukup menampung air hujan yang datang dari hulu hingga membuat air bermuara di tengah jalinsum,” kata Kapos Lantas Kualuh Selatan Aiptu H Matondang.
Ia menuturkan, meski jalinsum tersebut sering digenangi air namun tidak berlangsung lama. “Paling lama hanya sekitar tiga jam setelah itu air surut,” tuturnya.
Disebutkannya,  pihaknya telah menurunkan sejumlah personil untuk memantau arus lalu lintas. “Meski tidak membuat arus lalu lintas macet namun kita tetap menurunkan personil untuk memantau,” sebut mantan Kanit Lantas Polsek Na IX-IX ini.
Terpisah saat Camat Kualuh Selatan Samsul Tanjung, ST di konfirmasi mengatakan, upaya pemerintah kecamatan untuk menanggulangi banjir sering dilakukan. Namun karena drainase di sepanjang jalur tersebut kurang memadai sehingga ketika hujan deras air tak bisa mengalir dan tertampung di tengah jalan.
“Meski curah hujan akhir-akhir ini cukup tinggi namun sampai sejauh ini tidak ada korban jiwa. Air hanya menggenangi badan jalan lintas sumatera tidak sampai ke pekarangan rumah warga,” sebut Camat.
Amatan wartawan, tingginya intensitas hujan juga membuat sejumlah pekarangan rumah warga tergenang air. Seperti di Merbau, pekarangan sejumlah rumah warga tergenang air hingga mencapai 30 senti. Hal itu membuat sejumlah warga meninggikan pekarangan rumahnya.
“Kami terpaksa meninggikan halaman rumah bang, supaya air tidak masuk ke dalam rumah,” ujar Syamsudin, warga setempat.  (SB/wandi)

Comments