13 Zona Larangan Reklame di Medan Belum Bisa Ditertibkan

Sentralberita| Medan~ Hingga saat ini papan reklame di 13 zona larangan di Kota Medan belum juga ditertibkan. Penertiban yang berlangsung beberapa waktu lalu, terkesan angin-anginan. Tak hanya itu, papan reklame dalam bentuk videotron pun malah semakin menjamur.
Kinerja tim terpadu penertiban reklame mulai disoalkan, karena  hingga Agustus 2017 ini papan reklame masih menjamur di 13 zona larangan.
Komisi D DPRD Medan Ir Sahat B Simbolon mengingatkan, agar Walikota Medan Drs T Dzulmi Eldin melalui SKPD nya jangan ‘angin-anginan’ melakukan penertiban reklame. Sahat menilai, pansus reklame yang sudah dibentuk seolah tak memiliki ‘taji’, karena kenyataannya reklame masih menyemaki Kota Medan
. “Ada apa sebenarnya dengan walikota, mengapa seperti tidak tegas dan kurang serius melakukan penertiban reklame,”ujar Sahat pada wartawan di Gedung DPRD Medan, Selasa (8/8/2017).
Politisi Gerindra ini menambahkan, kemungkinan ada sesuatu hal sehingga walikota terkesan enggan bertindak tegas menertibkan reklame. “Pembentukan pansus itu lama loh, dan menghabiskan banyak biaya serta waktu. Kan aneh, pansus sudah dibentuk, tapi tak ada realisasinya. Beberapa yang ditumbangkan, tapi muncul lagi lebih banyak reklame baru. Berarti ada apa-apanya ini,”sebut Sahat.
Dia menyoroti penataan ruang di Kota Medan sudah sangat memprihatinkan karena keberadaan reklame yang dinilainya sudah menyalahi estetika kota.
Tak hanya di zona larangan papan reklame menyemak, tapi di luar zona larangan, reklame sudah tumpang tindih. Seperti Jalan Zainul Arifin, Perintis Kemerdekaan dan MT Haryono.
“Jangan hanya di zona larangan ini ditertibkan reklame, di luar zona itu juga banyak berserak reklame dan saling tumpang tindih. Banyak yang tak memiliki izin tapi dinas terkait pura-pura tak tahu,”kata Sahat.

Comments

Tinggalkan Balasan