Unjuk Rasa Buruh di Bandung Rusak Pos Polisi

Sentralberita|Bandung~ Sebuah pos polisi di Taman Cikapayang, Jalan Ir. H Juanda, Kota Bandung dirusak sekelompok orang, Senin (1/5). Pengrusakan ini terjadi saat berlangsungnya aksi unjuk rasa yang dilakukan para buruh di Gedung Sate dalam peringatan Hari Buruh.

Berdasarkan pantauan di lokasi pos polisi milik Satlantas Polrestabes Bandung tersebut tiga kaca pecah yang diduga dilempar batu. Pecahan kaca pun masih berserakan di lokasi.

Pelaku juga mencoret-coret tembok dengan tulisan ‘Jinx’. Tulisan bercat semprot warna ungu itu berada di tembok bawah dan tembok atas pos polisi tersebut.

Selain merusak pos polisi, pelaku juga merusak seng yang digunakan untuk menutup proyek revitalisasi Taman Cikapayang. Seng tersebut roboh sehingga pekerja harus memperbaiki.

Salah seorang pekerja proyek revitalisasi Taman Cikapayang, Budi Ariansyah (40) mengaku saat kejadian, pelaku datang secara berkelompok. Sekelompok orang tersebut rata-rata menggunakan pakaian serba hitam dan memakai kain penutup muka.

“Tadi banyak banget yang datang dari arah Gedung Sate. Ada banyak orang yang ke sini. Mereka langsung kabur ke arah atas (Dago),” katanya.

Aksi tidak terpuji ini dilakukan massa siang tadi sekitar pukul 13.20 WIB. Massa berbaju hitam itu belum diketahui siapa dan dari mana. “Mereka ya puluhan jumlah itu ngelempar pakai batu, ada yang bawa juga bendera pakai kayu, dan menendang,” ujarnya.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo membenarkan adanya pengrusakan sebuah pos polisi di Taman Cikapayang, Jalan Ir. H Juanda, Kota Bandung dirusak saat peringatan Hari Buruh atau May Day. Pukul 15.30 WIB unit identifikasi (Inafis) Polrestabes Bandung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hendro mengatakan perusakan itu dilakukan sekelompok orang yang masih diselidiki. Ia menuturkan pihaknya belum mengetahui motif dari perusakan yang dilakukan sekelompok orang tersebut. Kepolisian masih menyelidiki pos polisi yang rusak.

“Pelaku saat ini masih dalam penyelidikan,” katanya.

Pihaknya menduga kelompok tersebut awalnya berada saat demo buruh di Gedung Sate. Kelompok tersebut dibubarkan oleh polisi karena tuntutannya berbeda dengan serikat pekerja.

“Jadi ada dua kelompok berbeda menyampaikan aspirasinya. Akhirnya kami sekat agar tidak ada benturan. Masa itu kemudian menuju ke Dago dan kemudian melakukan perusakan,” ujarnya.

Ia pun mengaku pihaknya akan segera memperbaiki pos polisi tersebut. Termasuk meminta keterangan dari saksi yang berada di lokasi saat kejadian. (SB/Rol)

Comments

Tinggalkan Balasan