Inilah 5 Sosok Generasi Muda Promosikan Sumut di Lima Negara

Lima peserta PPAN foto bersama dengan M. Thohir, Raikhana Syahby,Dina Mayfitri Ritonga.(Foto-SB/01)

Sentralberita| Medan~ Generasi muda sebagai generasi penerus bangsa tidak tinggal diam untuk melakukan berbagai inovasi. Halnya juga generasi muda Provinsi Sumatera Utara, begitu dibukanya program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) ratusan orang mengikuti seleksi yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) provinsi Sumatera Utara.

Lima orang dinyatakan lolos dari seleksi yang cukup ketat itu. Kelimanya kini cukup sibuk mempersiapkan segala sesuatu menjelang keberangkatan mereka menuju lima negara yang ingin dituju.Maklum mereka merupakan duta Sumatera Utara untuk mempromosikan potensi daerah di mata dunia.

Tahun 2017 ini negara yang dituju Malasyia, Jepang, Kanada, India, Australia. Ditemani Kabag Pemuda dan Olahraga Disporasu, M. Thohir, Raikhana Syahby,Dina Mayfitri Ritonga,  Senntralberita.com mewancarai kelimanya, Rabu (3/04/2017) di kantor Disporasu seputar program dan kegiatan di masing-masing negara yang dituju dan obsesinya setelah kembali. Tentunya didahului kebahagian mereka terpili menjadi duta untuk program pertukaran pemuda antar negara. Inilah sosok dan pengakuan mereka.

1.Siti Mei Syarah Amir

Siti Mei Syarah Amir (foto-SB/01)

Dilahirkan di Kisaran-Asahan 29 Mei 1995, Siti Mei Syarah Amir menjadi generasi muda yang merasa bangga dan bersyukur di usianya sekitar 22 tahun ini, wanita Asahan ini menjadi duta Sumatera Utara ke Australia setelah terpilih pada seleksi Program Pertukaran Pemuda Antar Negarara (PPAN) yang dilaksanakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut.

Terpilinya, mahasiswi dari Universitas Negeri Medan ini mengaku tak menyangka dan membayangkan sebelumnya. “Saya senang dan bersyukur kepada Allah SWT bisa terilih dalam program Australia-Indonesia Youth Exchang Program”ujarnya tersenyum bahagia.

Dalam program itu selama 4 bulan dia akan dengan fokus penuh konsentrasi mengikutinya. Menurutnya selama 2 bulan mengikuti pelaihan di Indonesia dan 2 bulan di Australia. Dengan motto:Learning by Doing (belajar sambil melakukan,  Siti mengaku tak pernah takut untuk memulai dan melakukan sesuatu asalkan itu baik dan berguna.

Dengan kemampuan menari khusnya tarian Melayu, jurusan psikologi pendidikan semester VI Unimed itu selain bergelut dengan perkuliahaan, juga aktif di Komunitas Anak Muda Medab (Medan Youth Form) yang didirikannyakannya serta aktif di sanggar/Lembaga Seni Tarian Intan- (LSTTIA) Asahan.

Di Australia nantinya akan dan menamilkan dan memperkenalkan budaya khususnya Sumatera Utara. Seraya beruapaya mampu beradaptasi dan bekerjasama dengan berbagai kelopok, Siti akan optimis bisa memromosikan Indonesia khususnya Sumatera di Australia sesuai dengan program PPAN.

2. Fadhlan Al Arif Panggabean

Fadhlan Al Arief Panggabean. (foto-SB/01)

Halnya juga temannya Siti, Fadhlan Al Arif Panggabean juga menjadi duta Sumatera Utara ke Maalsyia dalam program yang sama . Namun Panggabean anak keempat dari 4 orang bersaudara dari buah hati Usman Effendi Panggabean dan almarhum Siti Halimah Tusa’diah ini mengaku sudah empat kali mengikuti seleksi baru kali ini berhasil lulus.

Pria dilahirkan di Medan 10 Juli 1992 ini mengaku sangat berminat bisa ikut menjadi duta Sumatera Utara ke luar negeri, sehingga dia tak bosan-bosannya mengikuti seleksi. “Saya ingin melihat dan mempelajari peradaban di luar negeri, karenanya sebenarnya berkeinginan bukan ke Malaysia, tapi  terpilih ke Malysia, saya senang dan bersyukur,”ujarnya.

Fadlan yang kini mengajar bahasa Inggris di SMP Namira di Setia Budi mengaku akan memperperkenalkan dan mempromosikan  kuliner, selain memperkenalkan budaya dan potensi Sumut lainnya.

Kuliner di Sumut juga banyak yang merupakan makanan khas daerah di Sumatera Utara, seperti Ikan Maniura yang merupakan makanan khs suku Batak yang cara pengolahannya tidak dimasak, tetapi dipermentasikan melalui pengasaman dari garam jeruk jambu.

Selain itu ada juga kuliner Ayam Padanira yang merupakan ayam bakar dengan cocolan  saus padanira yang terbuat campuran berbagai rempah yang terdapat didalamnya hati ayam. “Saya pun nantinya disana akan mempelajari kuliner dan setelah kembali akan mengajarkan kepada generasi muda,”ujar Panggabean.

3.Imam Al Faruq

Imam Al Faruq. (foto-SB/01)

Dilahirkan di Pintu Padang, 22 Nopember 1996, Imam Al Faruq secara khusus menyampaikan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut atas program PPAN yang telah terlaksana, sehingga dirinya bisa berangkat ke India.

“terpilihnya saya memang melalui seleksi ketat, tapi lolos dan bukan berarti saya terbaik dari yang lainnya yang belum berhasil terpilih,”ujarnya searaya merasa bersyukur atas nikmat yang diperolehnya.

Seleksi yang diikutinya cukup berbeda, karena dituntut tanggung jawab yang tinggi khususnya membawa misi negara . Sumatera Utara katanya cukup kaya dengan potensi alam dan pariwisata. Di India nantinya Imam akan menyampaikan potensi dan peluang ekonomi dan industri Sumatera utara.

“Salak misalnya di di Simpuan-Tapsel jika dilakukan pengolahan dengan baik akan membangkitkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat terutama yang memiki perkebunan salak”’ujarnya seraya mengaku dirinya selama ini di Yayasan Bina Antar Budaya.

4. Gisella Anastasia Wennas

GisellaAnastasia Wenas (foto-SB/01)

Seperti teman-temannya yang lain, .Gisella Anastasia Wennas memiliki kemampuan menari, buah hati dari Robby Robertus Wenas ini pernah juara dua festival tari garapan nusantara, Zapin Kemilau yang diselenggarakan Koppertis Sumut.

Semester akhir di Universitas Pelita Harapan Medan, merasa tak membayangkan dirinya bisa menjadi duta Sumatera Utara ke Kanada. Pengalaman dan pelajaran akan sangat banyak  bisa didapatnya di negara tersebut, dan setelah kembali rencananya akan menyampaikan kepada generasi muda lainnya.

Sebagai seorang yang pernah mengajar di TK Semporna Academy, akan beruapaya mempromosikan peradaban Indonesia, khususnya Sumatera disaat mana kegiatan-kegiatan dalam program nantinya di Kanada.Satyananda Kusuma

5. Satyananda Kusuma

Satyananda Kusuma (foto-SB/01)

Berbeda dengan teman lainnya-meski dalam program PPAN, Satyananda Kusuma ke Jepang sebagai negara yang ditujunya melalui Kapal Pemuda Asean. Dirinya nantinya terlebih dahulu ke Jakarta selanjuya berangkat ke Tokyo, Kamboja, Thailand dan Malaysia dan Jepang.

Sebagai duta Sumatera Utara,  mahasiswa Universitas Harapan Medan ini terus berupaya mempersiapkan diri mengahadapi semua tantangan yang dirasakan di atas kapal nantinya. Tak terbayangkannya betapa indah lautan luas yang akan dilalui.

Kelahiran 11 September 1995 dari buah hati Hindra Kusuma, MBA ini akan mempromosikan pariwisata Sumut dan Nias. Bahkan Nias kata Satyananda merupakan Bali kedua. Sementara Danau Toba merupakan keajaiban dunia sebagai pulau vulkanik.

Tentang dua pulau di Sumatera Utara yang cukup baik tersebut, pengetahuan tentang itu terus digalinya. Seraya menyampaikan kebahagiannya dan menyampaikan terimakasih ke Disporasu, Satyananda mengaku sekembalinya,akan melakukan “gerakan menolong”.

“Saya nanti merencanakan menggiatkan celegan di kampus dan di sekolah  dana tersebut digunakan untuk meolong untuk keperluan seperlunya dalam meningkatkan prestasi dan keterampilan,”ujarnya . (SB/01)

Comments

Tinggalkan Balasan