Faisal SE : Legislatif Harus Komit Mendukung Gubsu Lakukan Pembangunan

Sentralberita| Medan~ Sudah menjadi landasan di dalam Undang-Undang. Lembaga Legislatif harus menjadi mitra dan harus berkomitmen mendukung kinerja pemerintah demi kemakmuran bangsa dan  negara.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sumatera Utara.M Faisal Jafar SE, ketika ditanya wartawan ruang kerjanya  jalan Imam Bonjol Medan Selasa (30/5/2017), terkait konsep ‘Paten’ yang menjadi simbol  kinerja Gubsu HT Erry Nuradi.

“Kenapa soal paten? setahu saya paten itu bagus, mantap, bisa cantik macam-macam la artinya tapi anda coba buka kamus besar bahasa Indonesia apa arti Paten, itu kan bahasa umum yang ada  dipasaran,” kata Faisal.

Sekarang ini bahasa paten sudah ngetrend di mana-mana dipelosok Sumatera Utara, bahasa Paten yang disondingkan dengan kinerja Gubsu HT Erry Nuradi terpampang di baliho dan iklan media cetak dan elektronika.

Ketika disinggung soal tanggungjawab wakil rakyat Sumut terkait jargon “Paten” dilibatkan dalam ranah politik yaitu masuk dalam gedung  dewan Sumut untuk kepentingan pribadi Gubsu.

Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia Sumut ini dengan tegas mengatakan, soal analisa politik itu sah-sah saja, silahkan kita semua  menafsirkannya apa yang dimaksud dengan paten.

Namun Gubsu itu merupakan pilot pemerintah di Sumut, tentunya semua itu terkait soal penggunaan  dana APBD Sumut berkaitan dengan kinerja dan hubungannya antara  Legislatif dan Eksekutif  itu harus singkron.

Artinya silahkan saja Gubsu membuat jargon apapun diwilayah kerjanya, apakah itu si paten, si cantik manis, si mantap, yah silah-silahkan saja asal semua itu masih dalam koridor  Undang-Undang dan tidak melanggar hukum.

“Silahkan saja Gubsu mau buat apa, asal yang dilakukan itu tidak melanggar hukum dan UU, apalagi yang dibuat Gubsu benar-benar untuk kemaslahatan dan kesejahteraan umat juga kepentingan bangsa negara,” katanya.

Disamping itu jelas Faisal, dirinya juga tidak menafikan adanya isue jargon paten masuk dalam ranah politik untuk kepentingan 2018, dan sudah menjadi  pembicaraan dikalangan anggota Legislatif. Apa yang dimaksud dengan paten?

“Nah saya ada baca Paten itu Pelayanan  Administrasi yang terpadu sampai di Kecamatan, ada lagi Pembagunan Terpadu terukur dan terintegritas, nah ada  yang mengatakan paten itu Pak Tengku Erry Nuradi. “Nah apanya yang mau diributkan dan apanya pula yang mau dibahas? apakah sosok pak Erry nya atau  kinerjanya. Jangan binggungkan rakyat jalankan saja tugasnya dengan baik,  untuk kepentingan konstuen dan partai kita yang semuanya itu  sama-sama untuk kepentingan rakyat.

Faisal juga menambahkan, soal jargon paten tidakah menjadi pembahasan spesifik, walau ada permintaan personal anggota dewan untuk membahas apa yang dimaksud dengan Sumut Paten. “Saya bukan  tidak mau membahas  masalah Sumut Paten, yang mau kalau dewan itu mambahas soal kinerja dan pengunaan uang negara. Selain itu bagaimana kita lihat kinerja Gubsu untuk mensejahterakan rakyatnya,” ujarnya.
`
Artinya sebagai wakil rakyat itu harus proporsional dan bisa menempatkan tugas dan fungsinya legislatif sebagai pengawasan keuangan dan kinerja Eksekutif yang dikaitkan sebagai mitra kerja.

Gubsu adalah jabatan pengemban amanah dan bertanggungjawab terhadap 14 juta masyarajkat di Sumut yang harus dibantu semua komponen pemerintah dan komponen masyarakat. (SB/01l)

Comments

Tinggalkan Balasan