Warga Belawan Harapkan Debit Air Bertambah dan tidak Kotor

Direktur Air Minum Delvrijandri memberikan penjelasan menjawab pertanyaan pelanggan (foto/SB/01)

Sentralberita| Medan~ Sambung rasa pelanggan Tirtanadi yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Belawan, Selasa (18/4) berjalan dengan antusiasnya masyarakat. Warga mengharapkan kirannya PDAM Tirtanadi menambah debit air dan tidak kotor.

Hal ini diungkapkan salah satu peserta sosialasi H Sitanggang, di sela-sela acara berlangsung. Dengan harapan kenaikan air i yang berlaku mulai pemakaian April 2017 (untuk pembayaran Mei 2017) harus diikuti perbaikan kualitas dan debit air PDAM Tirtanadi.

“Kami sangat mendukung kenaikan tarif yang dilakukan PDAM Tirtanadi. Namun harus sesuai dengan harapan pelanggan, yaitu pelayanan yang prima pula” cetus H Sitanggang warga Lingkungan II Scanang Belawan.

Di hadapan Direktur Air Minum Ir Delvijandri APn, mewakili Camat Medan Belawan Mas Khairani Siregar, Sitanggang berharap nantinya tidak ada lagi keluhan pelanggan tentang air sangat kecil, air mati dan air kotor.

Hal yang sama disampaikan Ramlan warga Lingkungan II Kota Belawan, menuturkan sependapat dengan PDAM Tirtanadi menaikkan tarifnya. Karena memang sudah cukup lama Tirtanadi tidak menaikan tarif lagi pula air paling murah adalah Tirtanadi. Jadi “Kami tidak keberatan tarif, asal pelayanan juga prima,” ungkapnya.

Sementara Tokoh Pemuda dan LSM serta warga lainnya yang hadir di acara sosialisasi tersebut berharap dilakukan pemasangan pipa distribusi untuk sambungan baru di sekitar lokasi rumahnya. “Mohon kepada Direksi PDAM Tirtanadi, sudah ber tahun – tahun daerah kami berharap masuk air Tirtanadi. Setiap kali diadakan Musrenbang selalu kami usulkan, tapi sampai sekarang tidak juga masuk air PDAM Tirtanadi di tempat kami,” harap harap Burhanuddin Saragih.

Menanggapi permintaan tersebut, Ir Delvijandri langsung merespon permintaan warga untuk mendata calon pelanggan di Belawan tersebut.

Sebelumnya, sosialisasi kenaikan tarif air bertajuk “Sambung Rasa PDAM Tirtanadi” juga mendapat apresiasi dari masyarakat di Kecamatan Medan Belawan, Acara Sambung rasa pelanggan inipun dipenuhi warga yang antusias mendengar penjelasan dari para narasumber.

Direktur Air Minum Delvrijandri menjelaskan, kepadatan penduduk dan perkembangan Kota Medan membutuhkan peningkatan pelayanan yang membutuhkan dana cukup besar. Untuk itu, PDAM Tirtanadi selaku perusahaan daerah pengelola air minum melakukan penyesuaian tarif air mulai pemakaian April (pembayaran Mei) ini, dengan harapan kepada warga tidak lagi bertanya tentang kenaikan tarif air karena sudah disosialisasikan di tiap kecamatan.

Adapun penyesuaian tarif dilakukan melalui tahapan dan pertimbangan serta merujuk ketentuan Permendagri No.71 Tahun 2016 Ayat 2, pasal 1 ayat 10, pasal 3 ayat 1 huruf a serta pasal 22 dan 25 yang disesuaikan dengan tingkat inflasi, kenaikan UMK dan TDL.

“Jadi, tarif baru ini masih jauh lebih murah dari 1 liter air kemasan. Bahkan dibanding kota lainnya seperti Malang, Bandung, Palembang ataupun Banjarmasin,” cetusnya..

Bantuan pemerintah melalui penyertaan modal Rp73 miliar ditambah tarif baru ini, lanjutnya, akan digunakan untuk menyelesaikan uprating di 6 lokasi yang menelan biaya Rp320 miliar dengan total 1.380 liter/detik. Dengan demikian, keluhan masyarakat terkait air mati dapat diminimalisir. Pihaknya juga akan memberi sanksi tegas terhadap pegawai di lapangan yang merugikan pelanggan, ungkapnya.(SB/01)

Comments