Terkait Rencana Kenaikan Tarif Air, Begini Tanggapan Berbagai Pihak

Sosialisasi kenaikan air PDAM Tirtanadi, Masyarakat secara antusias mengiktinya. (foto-SB/Ist)

Sentralberita| Medan~ Masyarakat di Kota Medan khususnya di Kecamatan Medan Marelan berharap agar pengelolaan air untuk kebutuhan hajat hidup orang banyak tetap dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi dan jangan sampai dikelola oleh perusahaan swasta.

“Sebab dengan dikelola oleh pemerintah daerah melalui PDAM Tirtanadi, maka masyarakat akan tetap bisa menikmati air bersih dengan harga yang murah. Tentu akan berbeda jika pengelolaan air untuk hajat hidup orang banyak dilakukan oleh swasta,” kata Camat Medan Marelan Parlindungan
Nasution, Selasa (11/4).
Hal itu dikemukakannya di hadapan puluhan pelanggan PDAM Tirtanadi saat memberikan kata sambutan di acara Sambung Rasa Pelanggan dalam rangka “Sosialiasi Penyesuaian Tarif Air Minum” yang diselenggarakan PDAM Tirtanadi di Aula Kantor Kecamatan Medan Marelan.
Menurutnya masyarakat juga perlu mengetahui dan memahami bagaimana pengelolaan air yang dilakukan pemerintah melalui PDAM Tirtanadi agar masyarakat bisa memanfaatkan air itu dengan sebaik-baiknya.
“Apalagi kita ketahui di berbagai belahan dunia saat ini air menjadi sumber permasalahan dan mengalami krisis. Sementara di daerah kita air relatif masih mudah diperoleh sehingga hal ini sepatutnya harus selalu kita syukuri,” ujarnya.
Hal senada dilontarkan Abdul Hakim Siagian, staf pengajar UMSU yang menjadi salah seorang narasumber dalam acara itu. Dia mengaku sangat setuju PDAM sebagai badan usaha yang melayani penyediaan air bersih untuk kebutuhan hidup masyarakat harus tetap
dikelola oleh pemerintah dan tidak boleh diserahkan ke swasta.

 

“Namun kita juga harus paham dengan kondisi pemerintah kita yang terbatas anggarannya sehingga tanggung jawab itu tidak bisa sepenuhnya dilaksanakan dan untuk itu pemerintah tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari kita selaku masyarakat,” jelas Hakim.
Oleh sebab itu ia berharap melalui pertemuan ini dapat menyatukan persepsi antara PDAM Tirtanadi dengan masyarakat pelanggannya. Dengan begitu ke depan diharapkan PDAM Tirtanadi dapat semakin meningkat pelayannya dan masyarakat bisa semakin terlayani kebutuhan air bersih yang menjadi kebutuhannya, tentu dengan tarif atau harga yang murah.
PDAM Tirtanadi butuh Rp1,8 triliun lagi untuk membangun berbagai infrastruktur agar pelayanannya bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat utamanya di wilayah perkotaan. Antara lain untuk membangun sejumlah IPA baru, uprating IPA untuk meningkatkan debit air, membangun jaringan perpipaan, dan sebagainya.
Sementara terkait dengan kenaikan tarif air yang akan diberlakukan PDAM Tirtanadi, Zulkifli menjelaskan PDAM Tirtanadi tidaklah bisa sesuka hati dalam menetapkannya. Dalam menaikkan tarif air PDAM harus mengacu kepada aturan Permendagri 71, yang salah satunya tidak boleh melebihi 4 persen dari UMK. Permendagri 71 sebenarnya juga membenarkan PDAM untuk menaikkan tarif air untuk menyesuaikan beban biaya produksi yang tujuannya agar PDAM itu tetap sehat.
Kenaikannya sekitar Rp1.630. Dan jika dibandingkan dengan PDAM lainnya di Indonesia, naiknya tarif PDAM Tirtanadi ini masih tetap yang terendah di Indonesia. Bandingkan dengan harga air mineral dalam kemasan yang harganya Rp3.500 tak sampai seliter atau yang Rp5.000 per galon isi ulang,” ujar Zulkifli.

Secara umum, masyarakat pelanggan yang hadir mengikuti sosialisasi tersebut dapat memahami dan memaklumi keinginan PDAM Tirtanadi memberlakukan penyesuaian tarif.

Seperti disampaikan Ahmadi, tokoh masyarakat warga Jalan Kapten Rahmad Buddin, mengatakan bahwa masyarakat akan mendukung kenaikan tarif air sepanjang tidak memberatkan masyarakat. Namun masyarakat juga sangat mengharapkan agar PDAM Tirtanadi dapat terus meningkatkan pelayanannya.
Demikian juga disampaikan Muhammad Rum Yakub warga Gang Jagung, Kelurahan Terjun. Menurutnya masyarakat sebenarnya mampu membayar tarif air meski harganya dinaikkan. “Buktinya masyarakat bisa membeli air dalam kemasan yang harganya Rp3.500 bahkan Rp5.000 per galon. Jadi sebenarnya yang terpenting bagi masyarakat itu airnya itu terjamin kelancaran dan kebersihan. Jaminan itu yang diperlukan masyarakat dari
PDAM Tirtanadi,” ujarnya.
Turut hadir dalam acara sosialisasi itu Kepala Divisi SIM PDAM Tirtanadi Cece Harahap, Kepala PDAM Tirtanadi Cabang Medan Labuhan Asri Hasran Ritonga, dan Ahmad Rivai Parinduri dari komunitas masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. (SB/01)

 

Comments