Henny Indriaty, Jual Roti Melalui Status di FB

Sentralberita| Medan~Berbisnis  itu diakui Henny Indriaty harus pakai system China. Jangan mau hanya satu bisnis saja tapi   lakonilah bisnis itu 2, 3 hingga 4  bisnis sekaligus. “ Jadi, kalau bisnis kita yang satu mundur alias tidak  jalan kita masih punya bisnis yang lain.”

“ Saya ingin bisnis saya yang satu berjalan beriringan dengan bisnis-bisnis lainnya. Setelah berbisnis kuliner saya juga jual telur asin, telur bebek mentah, air kemasan mineral dan lain-lain. Jadi, kalau bisnis saya yang satu tidak jalan maka masih ada bisnis saya yang lain yang bisa berputar,” kata Henny Indriaty pada Sentralberita.com, beberapa waktu lalu.

Menurut Henny, untuk bisnis kue alias roti. Dia sebenarnya sama sekali tidak suka masak ke dapur. Namun, “ tiba-tiba anak saya minta dibikinkan roti. Padahal saat itu saya masih buta sama sekali bikin roti. Seperti  ditantang oleh anak. Mulailah saya belajar kursus buat kue,” aku wanita Mojang Priangan ini.

Kebetulan, kata Henny, saat dia jalan-jalan ke salah satu pusat perbelanjaan, dia dapat brosur kursus  kelas dewasa untuk bikin kue di toko Sanggar Kreatifitas. Alhasil, perempuan dua orang anak ini ikut kursus bikin roti.

“  Tapi, saat itu saya hanya berdua yang ikut kursus. Saya dan seorang anak kecil. Saat saya praktek saya pikir kog tidak terlalu sulit ya bikin roti ini. Selesai kursus sampai dirumah saya ceritakan dengan suami. Ternyata seperti gayung bersambut,” ujar Henny mengaku suaminya langsung mensupport.

November setahun yang lalu, Henny mulai memberanikan diri menawarkan roti-roti bikinanya. Suaminya Syarifudin Dongoran juga tak tanggung-tangung. Langsung membelikan Henny semua perlengkapan yang mendukung untuk bikin roti dan kue.

Namanya juga baru belajar. Henny membuat roti tapi hasilnya tak berbentuk roti. “ Rupanya merat-merot. Tapi, Alhamdulillah, walau pun bentuk nya jelek tapi roti-roti saya selalu ludes terjual,” ungkap wanita yang sempat bekerja di PDAM Bandung ini sebelum menikah.

Segala cara dilakukan Henny untuk mempromosikan roti, pizza, hot dog dan lain-lain. Akhirnya Januari tahun ini Henny buka toko Bakery di rumahnya dengan nama  Me Bakery. Tapi, walau sudah memiliki toko. Tapi, kebiasaan Henny untuk bikin status di FB dengan menawarkan roti-rotinya tetap dilakukannya.

Dua Jam Ludes

Selain buka toko dirumah, wanita yang diboyong suaminya ke Medan tahun 1997, setelah menikah ini. Juga gencar mempromosikan rotinya lewat Facebook. “ Pagi pukul 08.00 wib saya sudah share foto roti di akun FB saya, dalam tempo 2 jam roti-roti bikinan  saya ludes terjual. Begitu pula kalau saya titipkan ke sekolah-sekolah anak saya, yang saya dengar dalam tempo 2 jam roti bikinan saya juga ludes terjual,” aku Henny menjelaskan roti bikinannya tak pernah yang bersisa,” saya tak pernah ada stock roti satu hari dibikin satu hari habis.”

Agar semakin mahir, Henny memakai istilah harus rajin praktek. “ Agar cepat mahir, setiap hari saya terus praktek. Kalau ada yang masih kurang, akan saya sempurnakan lagi, begitu seterusnya,” papar Henny yang mau tak mau harus ikut bergabung dengan komunitas masak.

Rotinya, kata Henny, banyak diorder orang untuk perkantoran, Pengajian, arisan dan lain-lain. “ Saya terima orderan untuk kue kotak atau sanck. Kue kotak saya isinya semua roti,” jelas Henny menambahkan ada 10 varian rasa roti bikinannya diantaranya  roti abon, roti isi pisang, isi coklat, hot dog mini, burger mini, roti coklat pakai toping, blue berry, kelapa, tuna dan lain-lain,” ujar wanita yang paling senang berorganisisa ini.

Roti bikinan Henny semua harganya sama dibanderol Rp 2500 per roti. Dari mulai bekerja sendiri sekarang Heny sudah punya 3 orang karyawan. 2 orang karyawan dapur dan satu orang kurir. “ Kalau kurir itu kerjanya selain ngantar roti juga bisa antar telur asin bebek. Untuk telur asin bebek ini saya bisa jual ke penyalur sedikitnya 1500 butir per hari.  “

Menurut Henny, sebenarnya paling untung kalau kita punya kurir. “ Sebab, kurir itu seperti toko berjalan. Tak perlu sewa toko dan tak dikenahi  pajak pula. Sebenarnya, kalau kita berjualan lewat Online, jika harus dikenahkan pajak. Harus dilihat dululah situasinya, paling tidak ada pagu tingkat seberapa bisnis itu bisa dikenahkan wajib pajak. Kalau bisnis di dunia Online itu saya rasa masih sulit untuk dikenahkan pajak usaha,” jelas warga Jl Bunga N’cole dekat RS Adam Malik Medan.

Untuk berbisnis kuliner di Kota Medan ini sebenarnya gampang. “ Kalau rasa roti atau kue kita enak di lidah otomatis orang akan jadi langganan kita. Tapi, kalau sudah kecewa sekali otomatis orang tidak mau beli lagi. Jadi, disini diperlukan kualitas roti agar orang selalu cari kita. Lalu, dalam soal harga. Kalau harga mahal otomatis orang tak mau beli.  Saya mau jual roti ini dalam jangka waktu yang panjang,” tutur wanita yang suka berjualan ini,” sejak kuliah saya sudah mulai jual batik lalu setelah menikah saya jual seprai dan rental mobil.”.

Jual Roti Bikin Status

Toko Henny buka sejak pukul 08.00 pagi sampai sore. “ Biasanya kalau siang roti saya sudah habis terjual. Ya, toko saya tutup. Karena system penjualan saya. Selain jual di toko. Saya sering buat status di FB, hari ini saya bikin roti apa ya, nah .. nanti saya tulis di status saya ayo.. siapa yang mau order. Biasanya banyak orang yang order roti saya lewat cara begitu. Alhasil, dalam tempo beberapa jam, roti, pizza dan hot dog bikinan saya ludes terjual,” ujar Henny tertawa renyah.

Dengan cara seperti itu, ibu dari Doli Dongoran dan Kirana Dongoran mengaku sudah sangat kewalahan. Dalam sehari saja roti Alumni dari STIA LAN RI Bandung ini ludes paling sedikit 300 pieces . Dalam soal rasa, roti bikinan Henny rasanya jangan ditanya. Lembut dan rasanya manis alami. (SB/01)

Comments

Tinggalkan Balasan