Mengenai Pembangunan IPA Sunggal & Martubung, Ini Kata Anggota DPRD Sumut

anggota DPRD Sumut meninjau IPA Sunggal dan Martubung, Selasa (21/3)

Sentralberita| Medan~ Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) melalui Komisi C mengapresiasi progres kinerja PDAM Tirtanadi Sumut dalam pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sunggal dan Martubung.

Apresiasi ini berikan saat rombongan Komisis C DPRD Sumut yang dihadiri Ketua Komisi C DPRD Ebenezer, Wakil Ketua Komisi C DPRD Sumut Indra Alamsya beserta Anggota Yulizar Parlagutan Lubis, Robby Anangga, Sony Firdaus, Dameria Pangaribuan ke IPA Martubung, Selasa (21/3) yang juga dihadiri, Direktur Utama PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo, Direktur Air Bersih Delviyandri, Direktur Administrasi dan Keuangan, Arif Haeryadian, Kepala Sekretaris Perusahaan Tauchid Ikhyar, Kabid Publikasi Komunikasi Alamsyah Pohan beserta jajaran.
Pada Kesempatan tersebut Ebenezer mengatakan dalam peninjauan ini pihaknya melihat secara umum pelaksanaan pembangunan IPA Sunggal dan Martubung sudah berjalan dengan baik bahkan Komisi C DPRD Sumut mencoba langsung meminum air yang sudah diolah PDAM Tirtanadi.
“Penyertaan modal yang diberikan kepada PDAM Tirtanadi sebersar Rp200 Miliar untuk pembangunan IPA Sunggal dan Martubung sudah dapat kita lihat fisiknya. Bahkan kita juga meninjau langsung proses pengolahan airnya yang diambil dari sumber,” katanya.
Dengan progres yang sudah terlihat ini, Ebenezer berharap Tirtanadi dapat lebih meningkatkan lagi pelayanannya dan menjaga kualitas air yang disalurkan kepada masyarakat.
“Kedepan kita harapkan Tirtanadi bisa menjaga kualitas air yang akan disalurkan kepada pelanggan yakni masyarakat, agar nantinya perusahaan daerah ini bisa mendapatkan kepercayaan masyarkat dalam mensuplai air bersih,” tuturnya.
Hal yang sama juga dikatakan Wakil Ketua Komisi C DPRD Sumut, Indra Alamsyah yang menujturkan bahwa kunjungan pihaknya ke IPA Sunggal dan Martubung untuk melihat langsung proses pengolahan air bersih Tirtanadi untuk kebutuhan air di Sumut.
“Kita mengapresiasi Tirtanadi karena bisa memanfaatkan penyertaan modal dan dana dari PDAM Tirtanadi sendiri yang telah diberikan untuk membangun IPA baik di Sunggal maupun di Martubung yang menghasilkan air 200 liter per detik. Selain itu kita juga berharap Tirtanadi bisa menjaga fasilitas IPA supaya masyarakat khususnya Medan Utara puas dengan kinerjanya,” ucapnya.
Sementara, Anggota Komisi C DPRD Sumut Yulizar Parlagutan mengatakan pada peninjauan ini pihaknya memfokuskan pada penggunaan penyertaan modal akhir yang pernah diberikan oleh Pemprovsu kepada Tirtanadi yang sempat terjadi kontroversi tiga tahun lalu.
“Akan tetapi progresnya sekarang, kami melihat secara jujur, progresnya sudah tercapai yakni telah berfungsinya IPA Sunggal dan Martubung ini meskipun masiha ada pengerjaan pemeliharaan,” ujar politisi PPP ini yang akrab disapa Puli.
Pada kesempatan itu, Puli juga meminta agar Tirtanadi bisa meningkatkan lagi kuantitas air produksi airnya untuk kebutuhan masyarakat Medan Utara.
“Pasalnya, debit air yang dihasilkan sebanyak 200 liter per detik di IPA Martubung saat ini dirasa belum bisa memenuhi kebutuhan air di Medan Utara,” terangnya.
Sementara Dirut PDAM Tirtanadi Sutedi yang pada kesempatan tersebut hadir, mengatakan bahwa pihaknya berterima kasih kepada Komisi C DPRD Sumut yang telah mengapresiasi Tirtanadi dalam penggunaan dana penyertaan modal untuk pembangunan IPA Sunggal dan Martubung.
Dijelaskan Sutedi, penyertaan modal sebesar Rp200 Miliar itu digunakan untuk pembangunan IPA Sunggal dan Martubung. Dan khusus di Martubung, Tirtanadi membangun intake dari Sungai Deli ke IPA Martubung ini yang kemudia untuk diolah menjadi air bersih.
Untuk diketahui bahwa sebelum dibangun dan dioperasionalkannya IPA Martubung ini, Medan Utara merupakan daerah krisis air. Masyarakat dikawasan ini sulit mendapatkan air bersih. Namun dengan adanya IPA Martubung ini diharapkan bisa mengurangi dampak krisis air dikawasan ini.
Sutedi juga menjelaskan saat ini pihaknya diberikan penyertaan modal sebesar Rp73 miliar dari Pemprovsu untuk penambahan debit air yakini berupa uprating clearator di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Deli Tua dari 350 liter/detik jadi 650 liter/detik, IPA Sunggal 500 liter/detik, Tirta Lyonis (TLM) dari 500 liter/detik jadi 900 liter/detik dan pembangunan IPA di Pancurbatu 40 liter/detik.
Menurutnya, uprating berupa peningkatan teknologi yang cepat sehingga kapasitas bisa dinaikkan. “Ini lebih hemat biaya, karena hanya menambah kapasitas di IPA yang sudah ada, cuma merekondisi teknologi menjadi cepat, tanpa harus membeli tanah dan bangunan. Jadi sistem uprating lebih untung daripada membangun IPA baru,” katanya.
Untuk proses itu dibutuhkan investasi yang dananya bersumber dari penyertaan modal Pemprov Sumut sebesar Rp73 miliar. Sisanya diambil dari dana PDAM Tirtanadi senilai Rp26,8 miliar.
“Untuk saat ini saja, pengajuan sambung baru di Kota Medan mencapai 20 ribu per tahunnya dan ini merupakan tugas berat yang harus diselesaikan. Semoga dengan dibangunnya 3 IPA itu nantinya, bisa memenuhi kebutuhan air di Kota Medan,” pungkasnya.  (SB/01)

Comments

Tinggalkan Balasan