Perayaan Valentine Diiringi Ciuman di Pemkab Nisel tidak Mencerminkan Budaya Nias

perayan valentie diiringi adegan ciupan (foto-HN)

Sentralberita| Medan~ Valentine Days bukanlah budaya orang nias dan bukan juga budaya Indonesia, jadi tdakk relevan bagi Pemkab Nisel untuk merayakannya.

“Apa lagi diiringi dengan ciuman dilakukan di halaman kantor Bupati Nisel yang diawali dengan pemberian bunga oleh Bupati Nisel kepada isterinya yang berarti kasus ini sepengetahuan atau bahkan perintah dari Bupati Nisel, “ujar  Zaman Karya Mendrofa selaku penasehat Kesatuan Mahasiswa Nias (KMN) UPMI Medan, Minggu (19/2/2017)

Adegan ciuaman yang dilakoni PNS Pemkab Nisel yang heboh di media, menurut putra nias ini sangat tidak patut dilakukan apalagi adengan itu dilakukan di depan umum dan masih mengenakan seragam PNS. Hal ini sangat tidak mencerminkan budaya Nisel yg sangat menjunjung tinggi norma kesusilaan dan norma adat. Hal ini juga ditenggarai merendahkan martabat ASN.

Alasan bahwa yang melakukan adengan ciuman itu adalah pasangan suami istri, menurut Zaman tidak dapat diterima karena PNS tidak boleh membawa- bawa hubungan kekeluargaan dalam lingkungan pekerjaan.

“ Ketika PNS melaksanakan tugas maka mereka adalah individu-individu  yang diberi amanah melayani masyarakat bukan suami isteri yang melayani masyarakat”ujar K. Mendrofa.

Kalo Pemkab Nisel bertujuan agar keluarga-keluarga 2PNS di lingkungan Pemkab Nisel harmonis,  maka mashh banyak cara lain yang bisa dilakukan  lebih bermanfaat seperti mengadakan konseling keluarga misalnya.

“Kesimpulannya, menurut kami bahwa adengan ciuman yang dilakukan Pasangan PNS Pemkab Nisel di depan umum dan masih mengenakan seragam PNS telah mempermalukan Kabupaten Nisel dan juga mempermalukan ASN secara umum.”ujar Mendrofa seraya mohon kepada DPRD Kabupaten  Nisel untuk menggunakan haknya mempertanyakan kebijakan ini kepada Bupati Nisel. (SB/01)

Comments