Magic Eye Museum 3D Menampilkan Lukisan Madonna Hingga Toilet Deli Serdang

Sentralberita| Medan~ Sumatera Utara kini dihebohkan dengan adanya Magic Eye Museum 3D. Magic Eye 3D Museum adalah Museum yang memamerkan lukisan lukisan dinding dan lantai teknik 3D dalam berbagai thema.

Dengan sudut pengambilan foto yang tepat lukisan ini akan memberikan pengalaman pengalaman yang menakjubkan.Magic Eye 3D menggunakan teknik semi yang disebut dengan Trompe-locil ( semi ala Perancis yang sangat popular di negara tersebut pada abad ke 17 ).

Lukisan atau design yang diciptakan melalui seni ini bertujuan untuk menciptakan ilusi akan adanya obyek ‘ga dimensi atau semi ilusi visual terutama digunakan untuk menipu mata sehingga seolah olah detail lukisan menjelma menjadi suatu obyek ‘ga dimensi.Museum 3D ini dipenuhi dengan lukisan-lukisan yang memberikan suasana seper’ kita berada di dalam museum.

“  Sejak dibukanya 3D ini sudah ribuan pengunjung yang datang kesini. Pada Sabtu, 11 Februari kemarin kita juga sempat kedatangan tamu sekitar 1100 orang,” kata Markeng Manger Communicaon and Support Magic Eye Museum 3D, Anggi Tobing beberapa waktu lalu pada Sentralberita.com

Menurut perempuan Batak ini warga dari Medan dan Luar Kota Medan cukup antusias datang ke Museum 3D. Karena,” Museum ini kami yakin belum ada dimana-mana. Dan, kami mengklaim bahwa Museum 3D ini adalah satu-satunya Museum yang terdapat di Pulau Sumatera tepatnya di Deli Serdang. Dan, itu  bisa membuat nama Deli Serdang semakin dikenal orang dengan wisatanya,”ujar Br Tobing ini lagi.Soft Opening Museum 3D yang diadakan Minggu, 12 Februari lalu juga sekaligus meresmikanHub Supermarket dan Wing Hotel. Karena,” ke’ga usaha ini ada didalam satu management Atau satugroup,” jelasnya.

Menurut perempuan Batak ini, Hub Market memang sengaja dinamakan Hub. Karena,” Hub itu adalah penghubung orang dari Medan ke Bandara. Apalagi ke’ga usaha ini masih dalam kawasan Hub. Yakni adanya hotel, Hub Supermarket yakni Oleh oleh Nusantara  dan Museum 3D, yang ke’ganya terletak di Jl Arteri Kualanamu, Deli Serdang.”

Dengan  ramainya pengunjung datang ke Museum 3D ini pihak pengelola juga bisa merasakan pengunjung harus berdesak-desakan untuk melakukan pengambilan foto. “ Kami memang menyadari itu karena kalau pengunjung terlalu ramai hasil foto bisa ‘dak maksimal. Untuk ke depannya kita akan mengupayakan akan membatasi orang-orang untuk foto dan  harus bergan’an dengan pengunjung yang lain,” papar Boru Tobing ini.

Untuk ‘ket masuk ke Museum 3D ini sampai akhir Februari ini masih dikenahkan ‘ket promo50 % dari harga ‘ket normal Rp 100 ribu per orang. “ Rencananya di awal Maret nan’ kita akan memberlakukan  ‘ket normal seharga Rp 100 ribu dan untuk turis manca negara dibanderol lebih dari Rp 100 ribu.”
Salah seorang pengunjung   Museum 3D yakni  Ketua IM3 ( Ikatan MAMI Mukminun Medan, red), Hj Rita Dulong mengaku di 3D Museum ini ada 7 area dengan thema yang bebeda-beda.” Diantaranya ada yang kalau melihat sekilas ‘dak akan ketahuan apanya yang beda. Tapi kalau sudah berdiri di area foto yang akan dijepret  dengan ”k yang diarahkan maka hasil foto akan tampak berbeda sehingga hasilnya memuaskan sesuai dengan pengambilan gambar dan zona foto yang tepat,” ujar Hj Rita Dulong.

Menurut Muhammad Fauzan Syah Ramadhan saat ditemui di lokasi Museum 3D mengatakan Zona Adventure Art adalah zona yang paling favorit menurutnya. “ Saya tak lupa mengambil foto di spot, lukisan 3D seper’ sedang berpetualaang di dalam hutan, saya berfoto seper’ sedang dikejar Dinosaurus, berhadapan dengan gajah,  berteduh dibawah daun dengan dipayungi katak raksasa hingga memasuki gua besar di susut ruangan dan jatuh ke sungai hampir dimakan buaya. Pokoknya semua seru dan mengasyikan,” tutur Fauzan yang datang bersama temannya, Putri.

Selain pengalaman Hj Rita Dulong dan Fauzan, ada lagi foto terbalik yang kesemuanya serba lucu dan unik. Ada juga foto Toilet, Madonna dan Nuansa Mesir yang kesemuanya itu hanya berupa lukisan dan kita merasa seolah-olah berada di foto itu, foto sampul depan majalah Time dan thema-thema yang lain .

“ Semua yang melukis di dalam Museum 3D ini adalah seorang pelukis dari Thailand. Dia mengerjakannya secara manual atau dengan tangan sekitar 3 bulan lamanya. Museum 3D ini dibuka untuk umum sejak 22 Januari yang lalu,” aku Br Tobing.

“ Kami yakin saat pengunjung berada di Museum 3D ini seolah-olah sedang menjelajahi berbagai thema dan galery dengan sentuhan tenik 3D melalui pandangan, sentuhan dan jepretan kamera. Pengunjung dapat mendeka’ lukisan dan melakukan berbagai pose krea’f yang menggambarkan dengan ajaib di Magic Eye Museum ini dan pengunjung bisa belajar mengenal seni budaya dan ilusi sambil menciptakan kenangan yang tak terlupakan bersama dengan keluarga, temandan orang orang-orang yang kita sayang, tutur br Tobing. (SB/DS)

Comments

Tinggalkan Balasan